News

Evaluasi PPKM, Pelanggaran Jam Tutup Usaha Mendominasi

 Senin, 09 Agustus 2021, 11:25 WITA

beritabali/ist/Pelanggaran jam tutup usaha mendominasi di Tabanan.

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Serta ada 21 tempat usaha yang dipanggil untuk datang ke kantor Satpol PP Tabanan lantaran tidak menyediakan sarana prasarana prokes, begitupun 105 tempat usaha terpaksa dilakukan penutupan oleh petugas lantaran membandel. Serta pemasangan Stiker Penutupan sebanyak 178 lokasi dan pemberian denda pada 18 orang ditambah 3 tempat usaha. 

“Jadi mereka yang melanggar ini ada yang kita bina langsung, ada juga yang kami panggil dan diminta membuat surat pernyataan, dan ada juga yang dikenai denda sesuai dengan aturan penanganan Covid19,” jelasnya.

Sementara itu jajaran Forkopimda dan personil gabungan termasuk dari TNI/Polri juga terus melakukan patroli penyekatan dan melakukan pemantauan di berbagai titik, salah satunya menyasar tempat-tempat keramaian, pusat pertokoan, perbelanjaan dan tempat strategis lainnya yang berpotensi terjadinya kerumunan.

Asisten 1 Setda Tabanan, AA Satria Tenaya mengatakan, Forkopimda dan OPD terkait terus melakukan pemantauan aktivitas masyarakat di seputaran Kota Tabanan, begitupun ada juga yang bergerak di seputaran Kecamatan Kediri. 

Selebihnya diharapkan seluruh masyarakat tetap taat dan jangan pernah kendor, bahkaan jangan pernah bosan untuk menerapkan prokes secara ketat, sehingga apa yang diharapkan bersama bisa terwujud dan perekonomian kembali bangkit. 

Penulis : bbn/tab


Halaman :



Tonton Juga :



Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan pengiklan. Wartawan Beritabali.com Network tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.



Hasil Polling Calon Bupati Tabanan 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending