News

Jadi Sopir Truk Batu Bara, Wanita Ini Dibayar Rp500 Ribu per Hari

 Rabu, 25 Mei 2022, 11:50 WITA

beritabali.com/idxchannel.com/Jadi Sopir Truk Batu Bara, Wanita Ini Dibayar Rp500 Ribu per Hari

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Nasional. 

Menjadi sopir truk mungkin mayoritas dilakukan oleh laki-laki, namun wanita muda berusaha 23 tahun ini sudah sejak 2019 lalu berprofesi sebagai sopir truk pengangkut batu bara. Ia dibayar Rp400-500 ribu per harinya.

Namanya Sri Riski, warga Desa Penerokan, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Jambi ini yang sejak tahun 2019 lalu menekuni sebagai sopir truk batubara. Meski tidak lazim dilihat, namun driver cantik berusia 23 tahun ini masih memendam cita-citanya sejak kecil untuk menjadi pramugari pesawat terbang.

Ditemui saat membawa sekitar 12 ton batubara di mobil truk warna kuning yang dibawakannya, tidak sedikitpun gugup atau khawatir menyetirnya. Diakui wanita yang akrab bernama Esi ini, terpaksa menjadi sopir truk batubara untuk membantu perekonomian keluarganya.

"Jadi sopir truk batubara sejak tahun 2019. Karena ingin membantu perekonomian keluarga dan membahagiakan orang tua," ujarnya, Rabu (18/5/2022).

Disamping itu, salari (gaji) yang didapatkan sangat menggiurkan bagi gadis berkulit putih mulus dengan senyum menawan ini.

"Penghasilan yang diterima dari sopir batubara lumayan besar, dibayar per trip bisa 400 hingga 500 ribu rupiah. Alhamdulillah," tutur Esi.

Dengan penghasilan yang cukup besar ini, tidak akan disia-siakan untuk membeli yang tidak diperlukan. "Hasilnya untuk ditabung dan diberikan ke orang tua untuk beli tanah dan bangun rumah. Selain itu, untuk persiapan tes pramugari lagi. Kan bisa untuk ongkos juga," imbuhnya.

Anak dari pasangan Ismail dan Yulianti ini tidak sembarangan bercita-cita menjadi pramugari. Sebagai bentuk keseriusannya, dirinya hingga nekat kuliah penerbangan.

"Diploma 1 penerbangan di Yogya. Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan orang tua bisa lulus," ungkapnya.

Sayangnya, tiga kali tes pramugari dak lulus. "Saya sewaktu usai kuliah di Yogya pernah tes pramugari, tapi dak lulus. Di berat badan yang kurang ideal," katanya

Esi juga menceritakan, sejak viral ada driver cantik di angkutan batubara, banyak suka duka yang dialaminya. Namun, berkat bisa menjaga diri dengan baik bisa diatasi.

"Suka dukanya kalau di kawasan tambang dak pernah antrian, selalu didahulukan. Dukanya kalau pecah ban, terutama waktu malam hari bisa lebih dari satu jam. Sudah itu macet di jalan. Belum lagi godaan-godaan dari pria," sebutnya.

Cewek dengan rambut hitam lurus sebahu ini, mengaku tidak takut menjalani profesi sebagai sopir truk batubara.


Halaman :