About Bali

Ini Perbedaan Hari Raya Galungan dan Kuningan

 Rabu, 15 Juni 2022, 23:15 WITA

bbn/Streetbali.com/Ini Perbedaan Hari Raya Galungan dan Kuningan

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Nasional. 

beritabali.com/index.php/tag/Hari-Raya-Galungan">beritabali.com/tag/Hari-Raya-Galungan">Hari Raya Galungan diperingati setiap 210 hari sekali. Berselang 10 hari dari Hari Suci Galungan, beritabali.com/tag/umat-Hindu">umat Hindu kemudian memperingati beritabali.com/tag/Hari-Raya-Kuningan">Hari Raya Kuningan.  Perhitungan perayaan Galungan dan Kuningan berdasarkan perhitungan kalender Bali, dan dalam setahun dirayakan sebanyak dua kali, dikutip dari laman Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali.

Meskipun berada dalam rangkaian yang sama, perayaan Galungan dan Kuningan punya sejumlah perbedaan, selain soal perbedaan hari perayaan.  Guru Besar Ilmu Pariwisata Universitas Udayana Bali I Gede Pitana mengatakan bahwa perbedaan pertama terletak dari inti Hari Suci Galungan dan Kuningan, dikutip dari Kompas.com, Selasa (15/9/2020).

Perbedaan Galungan dan Kuningan berdasarkan maknanya Galungan, saat para dewa dan leluhur turun ke bumi Pitana mengatakan bahwa Hari Suci Galungan adalah momen merayakan turunnya para dewa dan leluhur ke bumi untuk menemui keturunannya. 

"Galungan itu dewa-dewa dan leluhur turun, semua atman-atman (roh) yang sudah suci akan turun dari surga menemui keturunannya di dunia," jelas Pitana. Pada saat Galungan, beritabali.com/tag/umat-Hindu">umat Hindu juga akan bersembahyang ke pura yang ada di tempat tinggal masing-masing pada pagi hari.

Makna Galungan bagi beritabali.com/tag/umat-Hindu">umat Hindu sendiri adalah untuk merayakan kemenangan kebaikan atas kejahatan. Saat hari suci tersebut dirayakan, banyak wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Bali, karena senang melihat banyak penjor.

beritabali.com/read/2020/09/27/202009130009/7-kriteria-agar-penjor-aman-dan-ramah-lingkungan">beritabali.com/tag/Penjor">Penjor adalah sebuah hiasan dari bambu dan janur, yang umumnya dipasang di pinggir jalan saat Galungan. Tidak hanya suka melihat penjor, wisman di Bali saat Galungan juga akan berdatangan ke pura untuk melihat proses upacara Galungan.

Pitana menambahkan ada sejumlah aturan yang harus ditaati oleh wisman yang ingin melihat upacara Galungan. "Mereka tetap boleh masuk ke pura, asalkan berpakaian sopan atau adat Bali. Kedua, kalau memotret jangan pakai flash. Lalu, perempuan tidak sedang haid," tuturnya. 

beritabali.com/tag/Hari-Raya-Kuningan">Hari Raya Kuningan yang digelar beberapa hari setelah Galungan ini dimaksudkan untuk merayakan saat Dewa-dewa dan leluhur kembali ke surga setelah bertemu keturunannya.


Halaman :