News

20 Korban Investasi Bodong GSI Datangi Polda Bali

 Kamis, 21 April 2022, 19:30 WITA

beritabali/ist/20 Korban Investasi Bodong GSI Datangi Polda Bali.

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Denpasar. 

Sebanyak 20 orang korban investasi bodong PT Goldkoin Sevalon Internasional (GSI) mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali, pada Kamis 21 April 2022. 

Hal ini setelah buntut penyegelan Kantor GSI di Jalan Nangka Selatan Nomor 66A, Denpasar Utara, oleh Polresta Denpasar dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Mereka datang untuk berkonsultasi sekaligus mempertanyakan laporan mereka terkait Pengaduan Masyarakat Dumas/280/IV/2022/SPKT/Polda Bali tertanggal 8 April 2022. Puluhan korban datang ke Polda Bali didampingi Kuasa Hukum I Wayan Mudita SH.  

"Ke-20 korban ini mewakili 86 korban lainnya yang sudah berkoordinasi dan membuat surat pernyataan," beber Mudita, pada Kamis 21 April 2022. 

Wayan Mudita mengatakan ada lima subjek hukum yang mereka laporkan. Dimana, empat berupa badan hukum, yakni satu PT Goldkoin Sevalon Internasional, PT Bali Token Global Internasional, PT Segara Internasional Development, dan Koperasi Konsumen Keluarga Goldkoin Sevalon Internasional. 

"Satu subjek hukum orang, yakni Rizki Adam selaku pemilik perusahaan. PT GSI ini telah dinyatakan investasi bodong oleh Waspada Investasi OJK," terangnya. 

Wayan Mudita kembali menerangkan, pihaknya pada 31 Maret 2022 telah melayangkan somasi namun hingga kini tidak ada respon. Sehingga pihaknya pada 8 April 2022 membuat laporan ke SPKT Polda Bali. Namun seiring pelaporan, ada kelompok korban lain yang telah melaporkannya ke Polresta Denpasar. 

"Jadi Polresta yang duluan menyegel dengan police line tempat tersebut," ungkapnya. 

Ia juga merinci kerugian dari 86 korbannya kurang lebih 4 miliar. Dengan kerugian antara Rp 10 juta hingga Rp 100 juta. 

"Untuk Bali sendiri ada sekitar 3.500 member dengan kerugian total Rp77 miliar," ujarnya. 


Halaman :