News

AS-China Terancam Perang Gegara Ini

 Selasa, 02 Agustus 2022, 12:05 WITA

beritabali.com/cnbcindonesia.com/AS-China Terancam Perang Gegara Ini

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Dunia. 

Ketua DPR AS Nancy Pelosi dilaporkan sumber sepertinya akan tetap mengunjungi Taiwan. Ini membantah spekulasi Minggu, yang menyebut ia tak akan datang ke pulau itu.



Kunjungan Pelosi telah diperingatkan oleh China. Bagi China, Taiwan adalah bagian dari negerinya dan kunjungan itu bisa berarti mendukung kemerdekaan.

Lagipula, Pelosi, berada di urutan kedua dalam garis suksesi kepresidenan AS. Ia juga memang dikenal sebagai kritikus lama China, yang berteman dengan Dalai Lama dan pernah membuat heboh Tiongkok dengan tindakan di Tiananmen 1991.

Dua sumber mengatakan Pelosi dijadwalkan untuk bertemu dengan sekelompok kecil aktivis yang blak-blakan tentang catatan hak asasi manusia (HAM) China selama dia tinggal di Taiwan. Hal ini mungkin dilakukan Rabu.

Hal itu membuat marah China. Melalui Juru bicara kementerian luar negeri China Zhao Lijian, Beijing mengatakan itu akan menjadi "campur tangan kotor" AS dalam urusan dalam negeri China.

Tirai bambu bahkan memperingatkan pada "perkembangan dan konsekuensi yang sangat serius". Militer China, ditegaskannya, tak akan tinggal diam.

"Kami ingin memberi tahu AS sekali lagi bahwa China siap siaga," tegasnya dalam konferensi pers, Senin sore waktu setempat.

"Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) tidak akan pernah tinggal diam, dan China akan mengambil tanggapan tegas dan tindakan balasan yang kuat untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas teritorialnya," tambahnya.

Diketahui, militer China juga telah melakukan latihan militer di Selat Taiwan sejak akhir pekan kemarin. Sebuah video militer menunjukkan bagaimana persiapan militer telah diposting di situs media pemerintah pada Senin malam.

"Mendesak pasukan untuk bersiap dalam formasi pertempuran, siap untuk berperang atas perintah, mengubur semua yang masuk, musuh," tulis postingan itu.

Sementara itu, AS sendiri memberi peringatan ke China tak lama setelah konferensi pers Beijing. Gedung Putih menolak retorika China sebagai tidak berdasar dan tidak pantas.


Halaman :



Tonton Juga :



Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan pengiklan. Wartawan Beritabali.com Network tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.