News

3 Pulau dan Blok Yang Pernah Jadi Sengketa RI-Malaysia

 Rabu, 22 Juni 2022, 21:40 WITA

beritabali.com/cnnindonesia.com/3 Pulau dan Blok Yang Pernah Jadi Sengketa RI-Malaysia

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Dunia. 

Kepulauan Riau menjadi sorotan usai Eks Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mengatakan negaranya seharusnya mengklaim pulau itu dan Singapura bagian dari wilayah mereka.

"Kita harusnya tak hanya meminta Pedra Branca dikembalikan, atau Pulau Batu Puteh, kita juga harus meminta Singapura pun Kepulauan Riau, mengingat mereka adalah bagian dari Tanah Melayu [Malaysia]," kata Mahathir pada Minggu (19/6), dikutip Straits Times.

Ia menegaskan bahwa Singapura sebelumnya merupakan bagian dari Johor, dan seharusnya mereka mengklaim negara tetangganya itu. Tak hanya itu, Mahathir juga mengatakan lahan Malaysia dahulu terbentang dari Tanah Genting Kra di Thailand hingga Kepulauan Riau dan Singapura.

Berdasarkan sejarah memang wilayah Melayu meliputi Riau dan Kepulauan Riau, bahkan Sumatra Barat. Semua wilayah itu berada di bawah Kesultanan Melayu.

Namun sejarah berubah karena kedatangan bangsa Barat. Belanda mengklaim wilayah yang sekarang disebut Indonesia, sementara Inggris mengklaim wilayah yang sekarang menjadi Malaysia, Singapura, Brunei.

Sengketa soal wilayah memang kerap terjadi pascakemerdekaan. Namun, fenomena ini berkurang setelah ada penetapan batas-batas negara.

Selain Kepri, pulau mana saja yang pernah jadi sengketa RI dan Malaysia?

1. Pulau Sipadan

Pulau di Selat Makassar, Sipadan, lepas dari Indonesia ke tangan Malaysia melalui keputusan Mahkamah Internasional pada 2002 lalu. Sengketa itu sebetulnya terjadi sejak 1969. Lalu konflik itu semakin tegang saat Malaysia membangun fasilitas pariwisata di pulau tersebut pada 1991.

Mahkamah Internasional kemudian memutuskan Sipadan jatuh ke tangan Malaysia karena negara itu dianggap lebih banyak berkontribusi ke pulau tersebut.

2. Pulau Ligitan

Selain Sipadan, Pulau Ligitan juga lepas dari RI jadi milik Malaysia di tahun yang sama. Pulau ini memiliki luas sekitar 7,9 hektare dan terletak di ujung timur Pulau Kalimantan. Sebetulnya, dua pulau itu sudah lepas dari Indonesia sejak 1969.


Halaman :


Berita Beritabali.com di WhatsApp Anda
Ikuti kami




Tonton Juga :





Trending