About Bali

Makna Atraksi Pecut di Peringatan Puputan Badung ke-116

 Rabu, 21 September 2022, 10:39 WITA

bbn/suara.com/Makna Atraksi Pecut di Peringatan Puputan Badung ke-116.

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Denpasar. 

Penampilan atraksi pecut mengawali peringatan Puputan Badung ke-116 di Simpang MH Thamrin pada Selasa (20/9/2022).



Sebelas pemain pecut dari Sasana Pecut Badeng menampilkan atraksi senjata pecut (cambuk). Satu per satu pemain pecut memperlihatkan kelihaiannya memainkan pecut. Seperti membelah mentimun dengan pecut. 

Ini merupakan kali pertama atraksi pecut badeng ditampilkan pada peringatan Puputan Badung. Penglingsir Puri Pemecutan sekaligus ketua panitia kegiatan, Anak Agung Ngurah Putra Darmanuraga menyebut dirinya ingin membangkitkan kembali budaya seni pecut Bali.

“Saya anggap sebagai suatu langkah awal (untuk membangkitkan pecut). Kok sekian tahun Puri (Pemecutan) sudah ada, kok baru sekarang saya berniat membuat pasukan pecut. Saya anggap itu alam berbicara,” tuturnya.

Ia menuturkan bahwa pecut memiliki makna sebagai pengendali. Karena penting bagi pemecut untuk mengendalikan diri dan lawan yang dihadapi.

Dari keinginan itulah Darmanuraga membentuk Sasana Pecut Badeng. Sebuah sanggar pelatihan pecut bagi anak-anak SD hingga dewasa yang berdiri sejak 7 bulan lalu. Nama Pecut Badeng yang berarti cambuk hitam lahir dari kata "Badung”. Melambangkan Kerajaan Badung tempat pecut dulu digunakan sebagai senjata.

Dari nama tersebut juga, warna kebesaran hitam selalu menjadi identitas bagi Sasana Pecut Badeng dan Puri Pemecutan.

Warna hitam tersebut merupakan lambang dari tanah hitam yang ada di sekitar area Pemecutan, yang kemudian dari kata 'badeng' menjadi cikal bakal nama Kerajaan Badung.


Halaman :






Hasil Polling Calon Walikota Denpasar 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending