Wisata

Pesatnya Pariwisata Bali Tak Diikuti Siapnya Industri Pengolahan

 Sabtu, 27 November 2021, 17:00 WITA

beritabali/ist/Pesatnya Pariwisata Bali Tak Diikuti Siapnya Industri Pengolahan.

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Denpasar. 

beritabali.com/tag/Wakil-Gubernur-Bali">beritabali.com/tag/Wakil-Gubernur-Bali">Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menekankan pentingnya harmonisasi antara penguatan budaya dan pengembangan sektor pariwisata. 

Ia menganalogikan beritabali.com/tag/budaya-dan-pariwisata">budaya dan pariwisata seperti sosok ibu dan anak yang idealnya memiliki hubungan harmonis serta tak boleh ada kesan saling mendominasi. Hal tersebut diutarakannya saat menjadi pembicara pada Bincang Budaya Nata Cintya Mani yang berlangsung di Aula Widya Sabha Mandala Kampus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Sabtu (27/11/2021). 

Dialog budaya ini merupakan salah satu acara memeriahkan rangkaian kegiatan Reinkarnasi Budaya yang dilaksanakan Badan Eksekutif Mahasiswa FIB Unud. 

Bicara soal keterkaitan antara beritabali.com/tag/budaya-dan-pariwisata">budaya dan pariwisata, Wagub Cok Ace mengawali paparannya dengan sejarah awal perkembangan beritabali.com/read/2021/11/17/202111170006/wagub-cok-ace-sampaikan-strategi-pariwisata-bali-di-era-baru">beritabali.com/tag/pariwisata-Bali">pariwisata Bali. 

Merunut ke belakang, pada era tahun 30an, Bali dikenal sebagai daerah agraris yang menjiwai perkembangan budaya masyarakatnya. Saat itu, satu dua orang asing mulai datang, bukan untuk tujuan wisata tapi dengan kepentingan lain. Ketika berkunjung ke Bali, satu dua orang asing itu takjub dengan keindahan alam dan keunikan seni dan budaya Bali. 

“Mereka mendapati sebuah pulau yang begitu eksotis lalu tertarik membawa kolega lainnya berkunjung. Oleh masyarakat Bali, awalnya mereka belum disebut turis, tapi krama tamiu. Demikianlah awal perkembangan beritabali.com/tag/pariwisata-Bali">pariwisata Bali,” tuturnya. 


Halaman :