News

Ganasnya Covid-19 di India, Dua Staf Diplomatik AS Jadi Korban

 Rabu, 28 April 2021, 19:05 WITA

beritabali.com/ist/suara.com/Ganasnya Covid-19 di India, Dua Staf Diplomatik AS Jadi Korban

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Dunia. 

beritabali.com/tag/bali">bali.com/tag/Dua staf diplomatik AS">Dua staf diplomatik AS di beritabali.com/tag/bali">bali.com/tag/India">India dilaporkanberitabali.com/tag/bali">bali.com/tag/tewas"> tewas karena beritabali.com/tag/bali">bali.com/tag/virus corona">virus corona dan 100 staf lainnya dinyatakan positif ketika negara itu sedang berjuang melawan terjangan 'tsunami Covid-19'.

Menyadur CNN Rabu (28/04), dua staf tersebut diketahui bekerja secara lokal, namun tak ada informasi lebih lanjut tentang lokasi tepatnya peristiwa itu terjadi.

Hingga saat ini,beritabali.com/tag/bali">bali.com/tag/Amerika Serikat"> Amerika Serikat mengoperasikan lima konsulat di berbagai kota dan sebuah kedutaan besar di ibu kota New Delhi.

Personel AS, anggota keluarga dan staf yang bekerja secara lokal di India baru menerima vaksin beritabali.com/tag/bali">bali.com/tag/Covid-19">Covid-19 dalam dua minggu terakhir, kata salah satu sumber.

Dalam enam minggu terakhir ada dua perjalanan tingkat tinggi oleh pejabat pemerintahan Biden ke negara itu, bahkan ketika tingkat kasus India meningkat dan staf belum divaksinasi.

Menteri Pertahanan Lloyd Austin tiba pada 19 Maret dan Utusan Khusus Presiden untuk Iklim John Kerry pada 6 April.

Hal ini sempat membuat beberapa staf frustrasi karena mereka merasa tidak diprioritaskan mengingat banyak staf diplomatik di Eropa dan AS telah menerima suntikan.

Ada beberapa kekhawatiran seputar kunjungan tersebut, karena ada lonjakan kasus di beberapa bagian dan peringatan tentang peningkatan risiko penularan dari liburan musim semi.

Pada awal pandemi, Deplu AS mengizinkan pengunduran diri personel AS dari setiap pos diplomatik atau konsuler di dunia dan anggota keluarganya yang secara medis memiliki risiko tinggi terpapar Covid-19.

Namun keputusan yang berlaku secara global itu dicabut dan diganti dengan keputusan lokal berdasarkan situasi setiap negara.(sumber: suara.com)

Penulis : bbn/net






Trending