Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Roadshow Bus KPK 2019: Pesan Antikorupsi Disisipkan dalam Dongeng "Man Meri"
Minggu, 28 Juli 2019,
18:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Buleleng. Sembilan nilai antikorupsi disosialisasikan kepada sekitar 200 anak-anak Sekolah Dasar Negeri dan Madrasah Ibtidaiyah di Singaraja melalui kisah "Man Meri" yang disampaikan oleh pendongeng I Made Taro di Taman Kota Singaraja, Buleleng, Bali, Sabtu (27/7).
[pilihan-redaksi]
Pembacaan dongeng Bali yang digubah ulang oleh Agung Bawantara tersebut dalam rangkaian Roadshow Bus KPK 2019 bertajuk "Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi" yang diselenggarakan di 28 Kota di Jawa dan Bali.
Pembacaan dongeng Bali yang digubah ulang oleh Agung Bawantara tersebut dalam rangkaian Roadshow Bus KPK 2019 bertajuk "Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi" yang diselenggarakan di 28 Kota di Jawa dan Bali.
Di Bali, sosialisasi diawali dari Kota Singaraja, Buleleng, lalu bergerak ke delapan kota lainnya di seluruh Bali. Buleleng sendiri menjadi lokasi ke-10 setelah sebelumnya berada di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Seluruh rangkaian acara dibuka secara resmi oleh Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Tsani Annafari bersama Bupati Buleleng, Agus Suradnyana.

Menurut Ketua Tim Kampanye Antikorupsi KPK, Gumilar Pranawilaga, sosialisasi melalui dongeng diselenggarakan dengan pertimbangan bahwa dongeng merupakan jembatan ampuh untuk menyampaikan nilai-nilai antikorupsi kepada anak-anak.
"Melalui dongeng nilai-nilai antikorupsi yakni kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, rasa tanggungjawab, sikap kerja keras, kesederhanaan, keberanian, serta keadilan dapat kita susupkan secara halus ke benak anak-anak," ujar Gumilar yang akrab disapa Willy itu.
Dengan begitu, lanjut Willy, nilai-nilai antikorupsi tersebut diharapkan tertancap dalam pada benak mereka dan menjadi dasar pembentukan karakter anak-anak tersebut di kemudian hari serta menular ke anak-anak lainnya.
Willy juga memaparkan, selain mendongeng, selama tiga hari di Singaraja yakni tanggal 26-28 Juli 2019, KPK juga melakukan sosialisasi yang dipusatkan di Taman Kota Singaraja melalui kegiatan pameran pelayanan publik pembuatan Kartu Keluarga, KTP, akta kelahiran; samsat, serta aneka pameran yang melibatkan BNN, perpustakaan daerah, dan kejaksaan Buleleng, dan siswa sekolah dasar.

[pilihan-redaksi2]
KPK juga membuka layanan kepada masyarakat berupa klinik pengaduan masyarakat, pemaparan tentang gratifikasi, dan LHKPN. "Semua itu dimaksudkan untuk menanamkan nilai-nilai antikorupsi ke segenap lapisan masyarakat," tegas Willy.
Willy menambahkan, pada Sabtu malam acara sosialisasi diisi pentas seni budaya yang menampilkan gelaran seni dari pelajar, komunitas, dan mahasiswa di Singaraja.
Kegiatan terakhir adalah sosialisasi antikorupsi di acara car free day pada Minggu (28/7) di depan Taman Kota Singaraja melalui acara senam bersama, game interaktif, penandatangan komitmen antikorupsi. (bbn/rls/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
6.532 Warga Turun ke Jalan, Tabanan Gelar Grebeg Sampah Serentak
Dibaca: 6611 Kali
02
Pelajar Tabanan Raih Prestasi Nasional FLS2N 2025, Bupati Sanjaya Bangga
Dibaca: 5450 Kali
03
Turis Somalia Ngamuk Tuduh Sopir Curi HP, Ternyata Terselip di Jok Mobil
Dibaca: 4895 Kali
04
05
Gudang BRI Ubud Ambruk Akibat Longsor
Dibaca: 4708 Kali
ABOUT BALI
Film Dokumenter Hidupkan Kembali Sejarah Tari Kecak di Bedulu
Senin, 22 September 2025
Makna Tumpek Landep Menurut Lontar Sundarigama
Sabtu, 20 September 2025
Tari Sanghyang Dedari Nusa Penida Diajukan Jadi Warisan Budaya Tak Benda
Sabtu, 23 Agustus 2025
Mengenal Tetebasan Gering, Topik Menarik di Festival Lontar Karangasem
Jumat, 30 Mei 2025
29 Pasangan Ikuti Nikah Massal di Pengotan
Kamis, 15 Mei 2025