News

OJK : Gejolak Ekonomi Dapat Muncul Sewaktu-waktu, Perlu Regulasi Komprehensif

 Kamis, 13 Juli 2017, 23:41 WITA

ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Badung. 
Beritabali.com, Badung. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya untuk menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah percepatan ekonomi global, salah satunya dengan menggelar seminar internasional "Navigating Financial Stability in an Evolving Global Economic System" dari Kamis (13/7) sampai Jumat (14/7)di Nusa Dua, Bali.  
 
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto mengatakan diperlukan kebijakan dan perangkat regulasi yang komprehensif serta perilaku industri keuangan yang lebih terukur dalam mengambil risiko agar sistem keuangan dan perekonomian tetap kuat dalam mengantisipasi gejolak yang dapat muncul sewaktu-waktu. 
 
[pilihan-redaksi]
"Kesiapan menghadapi krisis bukanlah proses sekali waktu, melainkan perajalanan yang tidak akan berakhir," katanya. 
 
Kata dia, sejak satu dasawarsa krisis keuangan global, telah banyak perkembangan dalam sistem perekonomian dan sistem keuangan dunia. Seperti misalnya, beragam inisiatif untuk menanggulangi dampak krisis serta memperkuat sistem keuangan global, mulai dari program stimulus di berbagai negara hingga reformasi keuangan global oleh negara-negara yang tergabung dalam G20. 
 
Walau demikian, masih banyak situasi ketidakpastian menyelimuti keuangan dunia, seperti makin menguatnya semangat proteksionisme, harga komoditas yang masih mengalami tekanan, serta meningkatnya tensi geopolitik di berbagai belahan dunia. 
 
Rahmat meyakini teknologi akan memberi manfaat pada perkembangan sistem keuangan. Namun tidak menampik pula ini perlu diantisipasi sehingga tidak menimbulkan kerentanan. 
 
"Selain adanya penerapan teknologi juga mengubah pola transaksi ke depan," sebutnya. [wrt]



Tonton Juga :



Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan pengiklan. Wartawan Beritabali.com Network tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.



Hasil Polling Calon Bupati Badung 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending