Hukrim

Polda Bali Ungkap Sejumlah Modus Penipuan Online, Waspada Sebelum Rekening Terkuras

 Senin, 28 Agustus 2023, 08:27 WITA

bbn/ilustrasi/Polda Bali Ungkap Sejumlah Modus Penipuan Online, Waspada Sebelum Rekening Terkuras.

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Denpasar. 

Bagi anda yang akrab dengan dunia digital, sebaiknya harus berhati-hati dan waspada akan maraknya penipuan online yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung-jawab. Mereka akan melancarkan aksinya dengan berbagai cara untuk meraup keuntungan dari para korbannya. 

Jika lengah, para pelaku ini bisa mencuri data pribadi hingga menguras isi tabungan yang tersimpan di bank. Tapi masyarakat tidak perlu khawatir, Subdit V Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali akan memberikan tips agar masyarakat tidak tertipu modus penipuan online. Berikut ada enam modus penipuan online yang patut disimak dan diwaspadai oleh masyarakat. 

Menurut Kasubdit V Cyber Ditrekrimsus Polda Bali AKBP Nanang Prihasmoko, pihaknya akan memberikan edukasi terkait modus-modus penipuan online yang saat ini meresahkan dunia digital. Sehingga masyarakat diharapkan bisa lebih waspada atau peka, agar dapat terhindar dari tindak kejahatan tersebut. 

"Jadi, ada enam penipuan online yang perlu diwaspadai," ungkapnya kepada awak, pada Minggu 27 Agustus 2023. 

Pertama, modus penipuan APK Malware. Para pelaku biasanya berpura-pura mengirim foto paket, undangan digital, surat tilang dan lain-lain dalam bentuk file melalui WhatsApp. Apabila diinstal maka data pribadi korban akan dicuri oleh pelaku. AKBP Nanang mengatakan bila mendapat pesan tersebut dari Whastapp patut dicurigai dan sebaiknya dihapus. 

Kedua, menipuan Marketplace. Dari modus kejahatan ini, pelaku berpura-pura menjual barang dengan harga jauh lebih murah dari harga pasaran melalui media sosial (seperti Facebook, Instagram). Namun setelah korban membayar barang itu melalui transfer, barang yang dipesan tidak kunjung datang dan uang pun tak kembali.

Ketiga, penipuan kerja online. Penipuan ini biasanya melalui aplikasi perpesanan. Para pelaku akan memperdaya korban dan diberikan pekerjaan yang mudah seperti follow dan like postingan dengan iming-iming diberikan upah dari setiap pekerjaan yang diselesaikan. 

Tapi yang terjadi, korban akan diminta mentransfer uang untuk mencairkan upah tersebut. Hingga pada akhirnya korban tidak akan mendapatkan upah sepeserpun.


Halaman :





Tonton Juga :





Hasil Polling Calon Walikota Denpasar 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending