Hukrim

Insiden Nyepi di Sumberklampok, PHDI Simpulkan Unsur Penodaan Agama Terpenuhi

 Rabu, 31 Mei 2023, 06:24 WITA

beritabali/ist/Insiden Nyepi di Sumberklampok, PHDI Simpulkan Unsur Penodaan Agama Terpenuhi.

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Buleleng. 

Penyidik Polresta Buleleng, Selasa (30/5), kembali memeriksa Ketua PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Provinsi Bali, Nyoman Kenak, SH, untuk memberikan tambahan keterangan, terkait insiden Nyepi di Sumberkelampok pada tanggal 22 Maret 2023 yang lalu. 

Pemeriksaan tambahan ini diperlukan untuk mendalami berbagai hal yang terkait untuk penyidikan yang telah berlangsung beberapa bulan, dan sudah disertai gelar perkara secara cukup. 

Apalagi, berdasarkan video yang beredar dan viral serta keterangan beberapa Saksi dan Ahli yang di-BAP-kan (Berita Acara Pemeriksaan), pelaku diduga melakukaan penistaan agama, sebagaimana diatur dalam pasal 156 KUHP dan pasal 156a KUHP. 

Dalam pemeriksaan, Kenak didampingi Ketua Tim Hukum PHDI Putu Wirata Dwikora, SH, Nyoman Sunarta, SH, dan seorang Pengurus Paruman Walaka, Ketut Wartayasa, S.Ag, M.Ag.

Nyoman Sunarta menjelaskan, Ketua PHDI Bali memberikan tambahan keterangan tentang eksistensi lembaga PHDI tersebut sebagai representasi umat Hindu, dengan menunjukkan pasal-pasal dalam AD/ART tentang PHDI sebagai Majelis Tertinggi Umat Hindu, dan representasi umat Hindu di Bali. 

Dijelaskan juga tentang eksistensi PHDI Pusat yang legalitasnya telah didaftarkan di Kementerian Hukum dan HAM, eksistensi PHDI Provinsi Bali sebagai representasi umat Hindu di Bali, yang kepengurusannya dipilih melalui proses Lokasabha. 


Halaman :





Tonton Juga :





Hasil Polling Calon Bupati Buleleng 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending