About Bali

Sejarah Tentang Perlawanan Pada Belanda di Tihingan Klungkung

 Selasa, 17 Agustus 2021, 06:10 WITA

beritabali.com/ist/Ilustrasi Perjuangan Melawan Belanda di Tihingan Klungkung

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Setelah masa 10 hari yang menegangkan itu lewat, terjadi sedikit perubahan. Pemeriksaan dihentikan. Setiap pagi kami diantar ke asrama tentara NICA (di belakang kantor bupati sekarang). Mengerjakan pembangunan bangsal untuk asrama mereka. Bila sudah waktu makan siang, kami diantar ke penjara, makanan boleh diantar dari rumah masing-masing. Habis makan siang, kami kembali dijemput dan diantar ke asrama tentara. Masing-masing menerima tugas, ada yang mengambil kayu api di Penelokan (Suter) berdua atau bertiga untuk memenuhi truk 6 ton, ada menjadi "sinyo" (pemungut bola tenis) dan lainnya. Mandi sore tetap berbaris ke Kali Unda dan dikawal. Pengalaman pahit ini adalah pengalaman kami bersama teman-teman dari staf yang lain di Kabupaten Klungkung.

Keadaan masyarakat desa khususnya kami di Tihingan memang agak "shock", tetapi berkat pengertian mereka bahwa berjuang itu mengandung risiko, maka goncangan itu tidak berlangsung lama. Satu kebetulan pula setelah Wayan Cakranegara yang ditahan juga di Bangli, tetapi dibebaskan lebih dahulu dari kami yang di Klungkung, dapat membantu para pimpinan desa lebih menenangkan masyarakat khususnya keluarga mereka yang ditahan. Kegiatan seni gong pun masih dapat bertahan sampai akhirnya aktif kembali setelah keadaan menjadi tenang.

Setelah kami mengalami penderitaan sebagai tahanan selama berbulan bulan bahkan ada yang setahun lebih, berangsur-angsur kami pun dibebaskan di kala kalender menunjukkan tahun 1948. Pada tahap berikutnya, dengan semangat juang yang memang tak pernah padam, masing-masing meneruskan perjalanan hidup sesuai  jalur dan profesinya.

Demikianlah sejarah singkat urun bhakti perjuangan seluruh masyarakat anggota dan pendukung staf Bhima di Desa/Perbekelan Tihingan khususnya, Kecamatan Banjarangkan Klungkung umumnya, bagi bangsa, Negara Indonesia merdeka tercinta. Pada akhirnya kami berharap dan memohon kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Maha Pemurah, semoga kepada generasi penerus diberikan kemampuan untuk menjadi pewaris yang baik, yang dapat berbuat bhakti lebih banyak dari kami para pendahulunya. (sumber tulisan: catatan Veteran Kemerdekaan RI, Almarhum I Nyoman Kondra)


 

Penulis : bbn/tim


Halaman :





Tonton Juga :





Hasil Polling Calon Bupati Klungkung 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending