Prestasi

Ni Nengah Widiasih, Atlet Para Games Penuh Prestasi

 Minggu, 31 Juli 2022, 08:30 WITA

bbn/cantik.tempo.co/Ni Nengah Widiasih, Atlet Para Games Penuh Prestasi

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Karangasem. 

Ni Nengah Widiasih atau biasa dipanggil Widiasih lahir dan besar di Karangasem, Bali pada lahir 12 Desember 1992. Ia adalah powerlifter Indonesia yang berkompetisi di Paralimpiade Musim Panas 2012, Paralimpiade Musim Panas 2016, dan Paralimpiade Musim Panas 2020.

Dia kehilangan penggunaan kakinya pada usia empat tahun dan mulai menggunakan kursi roda. Saat duduk di kelas enam, ia mulai tinggal di asrama yang dikelola oleh Yayasan Pembinaan Anak Cacat (Yayasan Pembinaan Anak Cacat).

Atas saran kakaknya, sesama atlet angkat besi I Gede Suantaka, Widiasih mengambil angkat besi. Dia mulai berlatih empat sampai lima kali seminggu. 

Pada tahun 2008, ia memenangkan medali perunggu di ParaGames ASEAN di Nakhon Ratchasima, sedangkan tahun berikutnya ia menerima medali perak di Olimpiade di Kuala Lumpur. Ia juga berhasil meraih medali pada kompetisi tingkat nasional di Surakarta dan Bali. Dia berkompetisi di kelas 40 kilogram.



Widiasih berkompetisi di ASEAN ParaGames 2011, yang diadakan di Surakarta pada bulan Desember, setelah kelasnya hampir dipotong oleh wasit sebagai "tidak sah". Dia membuat rekor untuk kelas 40 kilogram, mengangkat 87 kilogram (191,8 pon) setelah gagal mengangkat 80 kilogram (176,4 pon) dalam upaya sebelumnya; rekor sebelumnya adalah 85 kilogram (187,4 pon). Upaya ini juga membuatnya mendapatkan medali emas.

Pada Februari 2012 ia memenangkan medali perunggu di Malaysia Open Powerlifting Championship di Kuala Lumpur. Kemudian lifter asal Bali ini meraih medali perak pada Paralimpiade Tokyo 2020 dan perunggu pada Paralimpiade Rio de Janeiro 2016.

Terbaru Ni Nengah Widiasih akan mewakili Indonesia di ASEAN Para Games 2022 yang dilaksankan di Surakarta. Ia optimis menghadapi rival-rival dari kontingen lain, di antaranya Filipina dan Laos di kelas 45 kg putri.

"Saya tak tahu perkembangan mereka, karena tidak pernah bertemu sejak APG Malaysia 2017. Selain Filipina dan Laos, biasanya ada atlet Vietnam, namun dia absen kali ini. Tapi saya yakin bisa tampil terbaik pada APG nanti," jelas Ni Nengah Widiasih.

Penulis : bbn/tim

Editor : Indah






Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan pengiklan. Wartawan Beritabali.com Network tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.



Hasil Polling Calon Bupati Karangasem 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending