Misteri

Legenda Bulan Jatuh di Pejeng, Jejak Alien Misterius?

 Minggu, 01 Januari 2023, 18:24 WITA

beritabali.com/ist/Legenda Bulan Jatuh di Pejeng, Jejak Alien Misterius?

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Gianyar. 

Gudang arkeologi dan sejarah Bali kuno memang ada di Pejeng, sebuah desa berusia 1.200 tahun di Gianyar, Bali. Ada sebuah cerita rakyat Bali yang terkenal mengenai Pejeng

Banyak orang Bali mengenal nama Pejeng dari cerita orang-orang desa zaman dahulu. Pejeng selalu dikait-kaitkan dengan bulan jatuh. Jadi, istilah bulan ulung di Pejeng ‘bulan jatuh di Pejeng’ adalah frasa ikonik tradisional yang melambungkan nama Pejeng ke seantero Bali.

Konon pada suatu ketika, sosok benda bundar yang terang jatuh di Desa Pejeng, berpendar lembut persis rembulan. Benda bundar itu tersangkut di pohon dan menerangi seluruh desa. Karena cahayanya lumayan terang, orang-orang tidak perlu memasang lampu minyak lagi.



 

Namun demikian, ‘bulan jatuh’ ini menyebalkan bagi para pencuri. Mereka tidak bisa beraksi kala malam. 

Seorang pencuri nekad memanjat pohon kepuh (Sterculia foetida) di mana benda bundar itu tersangkut, mengencingi benda bersinar itu agar cahayanya padam. Alih-alih memadamkan cahayanya, air kencing maling itu malah membuat benda itu meledak. Habislah nyawa si garong. 

Keesokan harinya, penduduk menemukan sebuah nekara raksasa berbahan perunggu di lokasi kejadian. Nekara ini,—yang wujudnya persis drum raksasa—kini disimpan di Pura Panataran Sasih, Pejeng. Wujudnya bundar sempurna, nyaris seperti bulan purnama. Orang-orang percaya bahwa nekara itu adalah ‘bulan jatuh’ yang sinarnya telah padam. 

Secara historis, legenda bulan jatuh ini memang terlalu fantastis. Dr. Goris, arkeolog kondang Belanda yang mengabdikan dirinya di UNUD melakukan penelitian pada benda purbakala ini. 

Dia mengajak kawan-kawan arkeolog dari negeri kincir angin untuk melakukan investigasi penanggalan karbon. Tahun dibuatnya nekara itu berkisar antara 2.000 hingga 2.100 tahun dari sekarang. 

Dr. Goris menyimpulkan bahwa ‘bulan Pejeng’ itu adalah warisan zaman perunggu dari Dong Son, Vietnam. Ini kesimpulan sementara Dr. Goris kala itu.

Hal yang menggelitik rasa ingin tahu adalah bahwa motif nekara Pejeng sama sekali berbeda dengan motif-motif nekara sejenis hasil karya kebudayaan Dong Son. Arkeolog hingga kini belum bisa menemukan dengan cara apa nekara itu dibuat, —apakah ditempa, dicetak dengan cetakan batu atau dicetak dengan lilin sarang lebah (wax).


Halaman :



Tonton Juga :



Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan pengiklan. Wartawan Beritabali.com Network tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.



Hasil Polling Calon Bupati Gianyar 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending