Seksologi

Dr. Oka Negara, S.Ked, MBiomed, FIAS

Narkoba dan Fungsi Seksual

 Selasa, 05 Maret 2024, 15:32 WITA

beritabali.com/ist/Narkoba dan Fungsi Seksual

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Denpasar. 

Seorang laki-laki empat puluh tahun datang ke tempat praktek bertanya tentang bahaya dan hubungannya antara narkoba dengan kemampuan melakukan hubungan seksual, karena ada sahabatnya yang menawarkan menggunakan pil ekstasi untuk meningkatkan potensi seksual.

Apakah ini benar?

Banyak penelitian yang menjelaskan tidak ditemukan efek yang benar-benar positif dari penggunaan narkoba pada hubungan seksual. Kalaupun dirasakan ada, semua sifatnya adalah bukan efek pasti, tetapi justru karena efek dari karakter narkobanya semata. 

Pil ekstasi yang merupakan narkoba jenis stimulant, yang memberi efek membuat otak dipacu bekerja lebih dari semestinya, sehingga terkesan bahwa ada manfaat dalam meningkatkan potensi seksual. Padahal itu keliru, ibaratnya hanya dipacu sejenak dan menjadi lemah setelahnya.

Kalaupun tetap dipaksakan dan akhirnya seseorang terbiasa untuk menggunakan narkoba dalam berhubungan seks, mereka akan merasa tidak berdaya untuk berhubungan seks normal tanpa bantuan narkoba. Ini disebabkan oleh adanya ketergantungan psikis terhadap jenis narkoba tertentu sehingga berakibat negatif pada fisik, terutama fungsi motorik organ seksual. 

Dalam prakteknya di lapangan malah sering kali banyak juga yang bereksperimen dengan mencampurnya dengan bahan atau obat lain. Ini malah bisa jadi lebih berbahaya. Mencampur alkohol dengan ekstasi misalnya, dapat meningkatkan tekanan pada jantung secara tajam.


Halaman :


Berita Beritabali.com di WhatsApp Anda
Ikuti kami




Tonton Juga :





Hasil Polling Calon Walikota Denpasar 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending