Sejarah

Pan Am 812 Menabrak Gunung di Bali Utara, 107 Orang Tewas

 Minggu, 13 November 2022, 14:22 WITA

beritabali.com/ist/Pan Am 812 Menabrak Gunung di Bali Utara, 107 Orang Tewas

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Buleleng. 

Pan Am Flight 812 (PA812), yang dioperasikan oleh Boeing 707-321B Pan American World Airways terdaftar N446PA dan diberi nama Clipper Climax, adalah penerbangan internasional terjadwal dari Hong Kong ke Los Angeles, California, dengan pemberhentian perantara di Denpasar, Sydney, Nadi, dan Honolulu. Pada 22 April 1974, pesawat itu menabrak daerah pegunungan yang kasar saat mempersiapkan landasan pacu 09 menuju Denpasar setelah penerbangan 4 jam 20 menit dari Hong Kong. 

Semua 107 orang di dalamnya tewas. Lokasi kecelakaan sekitar 42,5 mil laut (48,9 mi; 78,7 km) barat laut Bandara Internasional Ngurah Rai, tepatnya di Desa Tinga-Tinga Buleleng Bali. Penerbangan 812 merupakan penerbangan berjadwal reguler dari Hong Kong ke Los Angeles melalui Bali, Sydney, Nadi, dan Honolulu, berangkat dari Hong Kong pada 22 April 1974, pukul 11:08 UTC (19:08 waktu Hong Kong). 

Perkiraan waktu terbang ke Bali adalah 4 jam 23 menit. Pada 15:23 UTC (12:23 waktu Bali pada tahun 1974), Penerbangan 812 sedang dalam pendekatan terakhir ke Bali. Pesawat dilaporkan mencapai ketinggian 2.500 kaki. Menara Bali di Bandra Ngurah Rai memberikan instruksi untuk melanjutkan pendekatan dan melaporkan ketika landasan sudah terlihat. 

Pengakuan dibuat oleh Penerbangan 812 dengan mengatakan, "Check inbound". Pada 15:26 pilot-in-command meminta visibilitas dengan memanggil, "Hei - Tower, apa visibilitas Anda di luar sana sekarang?"

Namun, menurut transkripsi perekam suara Air Traffic Control pesan ini tidak pernah diterima oleh Menara Bali. Rupanya ini adalah pesan terakhir yang dikirimkan oleh pesawat. Menara Bali terus berusaha menghubungi pesawat dengan meneriakkan, 

"Clipper delapan satu dua, Menara Bali", dan "Clipper delapan satu dua, Menara Bali, bagaimana Anda membaca", beberapa kali. Namun, tidak ada jawaban yang diterima dari pesawat. Kemudian ditemukan bahwa pesawat tersebut menabrak gunung sekitar 37 mil barat laut dari bandara Bali.

Menara kendali Bali segera kehilangan semua kontak dengan pesawat dan menyatakan bahwa pesawat itu hilang. Pasukan terjun payung Indonesia dan pihak berwenang segera dikerahkan ke daerah di mana kontak terakhir telah dilakukan oleh Penerbangan 812. Kontak terakhir dilakukan oleh Penerbangan 812 di sekitar Gunung Mesehe, Kabupaten Jembrana Bali.

Puing-puing itu ditemukan sehari kemudian oleh 2 warga desa setempat. Mereka melaporkan bahwa tidak ada yang selamat. 

70 Wisatawan yang Akan Liburan ke Bali Tewas

Evakuasi jenazah terhambat akibat medan lokasi jatuhnya pesawat yang berada di kawasan pegunungan. Karena lokasi yang sulit, penyelamat terpaksa membatalkan proses evakuasi lewat udara. 


Halaman :



Tonton Juga :



Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan pengiklan. Wartawan Beritabali.com Network tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.



Hasil Polling Calon Bupati Buleleng 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending