About Bali

Sejarah Kelam G30S 1965 di Bali (13)

Puri Agung Negara Djembrana Dirusak

 Sabtu, 18 September 2021, 09:25 WITA

beritabali.com/ist/Puri Agung Negara Djembrana Dirusak

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Jembrana. 

Dari sinilah perseteruan politik mulai muncul ke permukaan. I Nyoman Mantik Mulai menggalang kekuatan untuk melakukan perlawanan. Sementara Anak Agung Bagus Sutedja selaku Gubernur Bali dan pendukung setia Presiden Soekarno atau Soekarnois, dalam banyak hal meniru gaya kepemimpinan Soekarno.

Anak Agung Bagus Sutedja menempuh kebijakan politik merangkul semua pihak, tapi tidak menjalin komitmen mengikat dengan salah satu partai politik. Karena jaringan politik di partai internal mulai didominasi pendukung I Nyoman Mantik, akhirnya PNI Provinsi Bali tersingkir dari anggota Badan Pemerintah Harian (BPH) daerah Tingkat I Bali oleh Gubernur Bali Anak Agung Bagus Sutedja.

Sikap merangkul semua pihak menjadi sasaran empuk lawan politik Anak Agung Bagus Sutedja dalam melakukan manuver. Demonstrasi anti Gubernur Anak Agung Bagus Sutedja menjadi pemandangan biasa di sejumlah daerah di Bali selama tahun 1965. Kelompok I Nyoman Mantik secara terang-terangan menuding Gubernur Bali Anak Agung Bagus Sutedja terlalu kekiri-kirian, seperti berhubungan baik dengan PKI Provinsi Bali.

Kelompok I Nyoman Mantik di dalam berbagai kesempatan menuding Gubernur Anak Agung Bagus Sutedja mulai menempatkan sejumlah personil Pegawai Negeri Sipil (PNS) berhaluan PKI di sejumlah jabatan strategis.

Dalam perkembangannya, I Nyoman Mantik yang anggota DPR-GR menemukan rekan yang ideal dalam melawan Gubernur Anak Agung Bagus Sutedja, yaitu Shri Wedastra Sujasa (PNI) yang kemudian dikenal sebagai salah satu pendiri Parisadha Hindu Dharma. Wedastera yang juga anggota DPR-GR, dikenal vokal dan sangat anti PKI. Dalam berbagai kesempatan, Wedastera terang-terangan menuding Gubernur Sutedja sudah dikelilingi kekuatan PKI.

Kedua musuh bebuyutan Anak Agung Bagus Sutedja ini kemudian diperkuat oleh Widagda, yang merupakan adik kandung Wedastra Sujasa. Dalam melakukan manuver menyerang Gubernur Anak Agung Bagus Sutedja, gaya Widagda sangat provokatif. Dalam kesehariannya, Widagda sering menjelek-jelekkan kepemimpinan Gubernur Bali Anak Agung Bagus Sutedja dalam berbagai kesempatan.


Halaman :