News

Pedagang Pasar Kedonganan Naikkan Harga, Ini Kata Bendesa

 Jumat, 13 Mei 2022, 22:50 WITA

bbn/medsos/Pedagang Pasar Kedonganan Naikkan Harga, Ini Kata Bendesa.

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Badung. 

Bendesa Adat Kedonganan, I Wayan Mertha menjelaskan kronologis singkat dan penjelasan sebenarnya yang terjadi ketika viral beritabali.com/tag/pedagang">pedagang di beritabali.com/index.php/tag/Pasar-Kedonganan">beritabali.com/tag/Pasar-Kedonganan">Pasar Kedonganan diduga naikkan harga ikan berkali lipat.

Saat Idul Fitri, kata dia, ada salah satu pengunjung ingin menikmati sea food kemudian membeli di pasar kedonganan. Lantaran suasana Idul Fitri suplai ikan tidak ada.

Begitupun suplai beritabali.com/tag/pedagang">pedagang ikan dari Jawa tidak ada yang datang sehingga terjadilah kelangkaan. Bahkan di Kedonganan saat itu banyak kafe yang tidak mendapat pasokan ikan dan harga juga pada waktu itu tidak terkendali. 

"Pada saat itu pengunjung tersebut ingin membeli Lobster dan Kepiting hidup kalau harga normal biasanya Rp280 sampai Rp300 ribu per kilo. Namun pada saat itu harga per kilo Rp350 ribu artinya memang karena langka dan permintaan yang tinggi," paparnya saat dikonfirmasi, Jumat (13/5) di Badung. 

Pengunjung tersebut merasa harga tersebut dinaikkan karena pada saat itu juga kafe-kafe mengalami kelangkaan stok ikan. Jadi, kata dia, berapapun harga pasti dibeli. 

"Jadi hal ini murni transaksi antara pembeli dengan beritabali.com/tag/pedagang">pedagang jadi tidak ada upaya  kesengajaan untuk beritabali.com/read/2022/04/04/202204040035/pengusaha-sepakat-naikkan-harga-babi-hidup-ke-luar-daerah">beritabali.com/tag/menaikkan-harga">menaikkan harga, ini memang barang yang langka. Kondisi tersebut biasa bila barang langka pasti harga naik," cetusnya.


Halaman :





Trending