Seksologi

Pakai Kondom Tapi Bocor, Gagal Fungsi?

 Minggu, 08 Mei 2022, 12:30 WITA

beritabali.com/ist/Pakai Kondom Tapi Bocor, Gagal Fungsi?

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Denpasar. 

Tanya:

“Maaf dok, saya sempat tergoda beberapa kali berhubungan seksual dengan orang lain yang bukan istri saya, Entah kenapa setelah mulai ngantor lagi, saya jadi banyak godaan seksual dan teman-teman kerja saya ini yang menggoda saya mengajak berhubungan seksual. Jadi, saya melakukannya dengan beberapa teman kerja perempuan di kantor saya. Karena takut tertular infeksi kelamin, saya selalu menggunakan kondom. Tetapi sempat satu kali sepertinya kondomnya bocor. Itu bagaimana dok?  Itu berarti fungsi kondomnya gagal? Saya sempat baca juga tulisan dokter di waktu lalu, tapi apa bisa dibahas lagi Dok? (Rian, 29, Tangerang)

Jawab:

Ketika seseorang melakukan hubungan seksual berganti-ganti pasangan seksual tanpa menggunakan proteksi atau upaya pencegahan dari infeksi menular, sebenarnya dia sudah mengundang risiko pada dirinya, bahkan pada keluarganya. Hubungan seksual yang berisiko tinggi merupakan penyebab utama penularan infeksi menular seksual, seperti gonore, kutil kelamin, herpes, sifilis, klamidia termasuk HIV AIDS. Karenanya memang benar bahwa kondom adalah alat pelindung yang telah terbukti dapat mengurangi risiko infeksi menular seksual termasuk HIV & AIDS selama orang yang berisiko tidak bisa kembali melakukan pencegahan buat tidak melakukan hubungan seksual gonta ganti pasangan seksual. 

Penggunaan kondom sesuai kebutuhannya pada masyarakat Indonesia masih rendah, penyebab kegagalan proteksi diyakini sering kali karena kesalahan penggunaan kondom. Pengetahuan masyarakat tentang kondom masih sangat rendah sehingga orang masih belum menggunakannya secara tepat. 

Kegagalan kondom lebih sering disebabkan pemakainya tidak menggunakannya dengan benar, dan bukan karena mutu kondom itu sendiri. Juga karena lekatnya cap buruk yang dilabelkan masyarakat terhadap kondom menjadikan akses untuk membeli dan kecermatan penggunaannya menjadi tidak maksimal. 

Masih banyak orang yang malu untuk membeli kondom padahal memerlukannya. Demikian pula masih banyak yang tidak memperhatikan cara penggunaan yang baik, tidak memperhatikan masa kedaluwarsa kondom, masih banyak yang menyimpan di dompet atau ditempat yang panas dan terlampau lembab, dan masih banyak yang keliru dalam memasangnya selama hubungan seksual. 


Halaman :