News

Motif Sopir Pabrik Es Gantung Diri di Mess

 Selasa, 12 Januari 2021, 13:35 WITA

beritabali/ist

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Denpasar. 

Kasus gantung diri terjadi di Mess Pabrik Es Akfi di Jalan By Pass Ngurah Rai Denpasar Selatan, Selasa (12/1/202) sekitar pukul 09.30 WITA. Korbannya Hermanto (72), seorang sopir yang bekerja di pabrik es tersebut. 

Menurut Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi, saksi yang awalnya mengetahui korban gantung diri adalah Retno Handayaningrum (41) karyawan setempat. 

Saksi yang tinggal di Jalan Kresek Gang Ikan Tuna II Denpasar Selatan ini masuk kerja seperti biasanya. Sekitar pukul 09.30 WITA, saksi akan membuat laporan Kas harian. "Ruangan saksi persis berada di ruangan sebelah kamar atau mess">mess korban," ungkap Iptu Sukadi, Selasa (12/1/2021).  

Namun saat melintas ke kamar korban, saksi Retno melihat ada kursi plastik warna merah di depan kamar korban. Saksi sebenarnya penasaran ingin melihat karena selama ini korban yang bertugas sebagai sopir-pabrik-es-gantung-diri-di-mess">sopir pabrik itu selalu mengeluh sakit batuk. 

Hanya saja, sampai di depan pintu, saksi kaget melihat korban sudah dalam keadaan posisi tergantung di depan pintu kamar. Korban mengenakan celana pendek warna cream kecoklatan dan baju kaos putih.

Melihat itu, saksi terperanjat kaget dan buru-buru lari memberitahukan ke teman kerjanya bahwa korban gantung diri. "Korban meninggal tergantung di pintu menggunakan seutas tali plastik warna biru dengan posisi badan mengarah ke selatan, dan kaki sedikit menekuk," beber Iptu Sukadi. 

Sementara, dalam keterangan saksi cucu korban Heriyanto (32), ia mengaku mendapat telpon dari temannya di kantor bahwa kakeknya gantung diri di Mess Pabrik Es Akfi. Selanjutnya ia bergegas ke TKP dan mendapati kebenaran bahwa kakeknya sudah merengang nyawa. 

Tidak tega melihat kakeknya tergantung, saksi melepas ikatan tali di pintu lalu menidurkannya di kasur. Beberapa saat kemudian Polisi datang dan mengevakuasi jenazah ke RSUP Sanglah Denpasar. 

"Tidak ditemukan tanda tanda kekerasan di tubuh korban, motif bunuh diri masih diselidiki," tutur Iptu Sukadi.

Penulis : bbn/spy