News

Lempari Kantor dengan Bangkai Ikan, Pengusaha Koi Dipolisikan

 Jumat, 01 Juli 2022, 21:20 WITA

beritabali/ist/Lempari Kantor dengan Bangkai Ikan, Pengusaha Koi Dipolisikan.

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, NTB. 

Perempuan berinisial KSDD, pengusaha ikan koi asal Desa Penimbung, Lombok Barat, terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian. 

Pasalnya, aksinya yang melemparkan bangkai ikan koi sambil menyampaikan keresahan di depan kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I pada Jum’at 24 Juni 2022 lalu dianggap merusak dan mengganggu ketertiban umum.



 

 

KSDD yang merugi ratusan juta rupiah akibat tanggul bendungan Meninting jebol, diduga melakukan tindak pidana kejahatan terhadap ketertiban umum, penghinaan dan perbuatan tidak menyenangkan serta perusakan sesuai pasal 406 KHUP.

KSDD melempar bangkai ikan ke ruang Kepala Balai karena mengaku kecewa dengan pernyataan pejabat negara tersebut di berbagai media, bahwa tidak ada yang dirugikan akibat jebolnya tanggul megaproyek bendungan Meninting.

KSDD pemilik budidaya ikan koi ini mengamuk di Kantor Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara. Sejumlah bangkai ikan koi dilempar ke pintu kantor pengelola pembangunan bendungan yang jebol.

Baca juga:
beritabali.com/read//polisi-kejar-2-buron-pengeroyok-wartawan-hingga-tewas" target="_self" title="Polisi Kejar 2 Buron Pengeroyok Wartawan Hingga Tewas">Polisi Kejar 2 Buron Pengeroyok Wartawan Hingga Tewas

Sambil menenteng ikan koi miliknya yang telah menjadi bangkai, KSDD memaksa masuk kantor Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara di Mataram.

Satuan pengaman instansi yang bertanggungjawab terhadap proyek strategis Bendungan Meninting ini berusaha menghalangi namun tak digubris wanita tersebut. Bahkan wanita ini melempar bangkai ikan ke ruang Kepala Balai.

Sambil menangis, KSDD meminta ganti rugi akibat musibah luapan air proyek bendungan yang meluluhlantakkan usaha yang dibangunnya sejak lama.

Sementara pihak Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara menolak bertanggungjawab karena memang kejadian tersebut di luar kendali mereka. 

Mereka juga mengaku merugi waktu karena pekerjaan proyek jadi tertunda. Karena sekitar tujuh unit alat berat yang digunakan mengerjakan proyek itu dilaporkan ikut hanyut terbawa air.


Halaman :