News

Jaksa Gelar Perkara Bule Dirampok dan Dianiaya di Seminyak

 Selasa, 24 Mei 2022, 12:40 WITA

beritabali/ist/Jaksa Gelar Perkara Bule Dirampok dan Dianiaya di Seminyak.

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Badung. 

Jaksa Penuntut Umum atau JPU dari Kajaksaan Negeri Badung, menggelar perkara tindak pidana pencurian dengan kekerasan dalam agenda pemeriksaan di tempat lokasi terjadinya perkara yang dilakukan oleh terdakwa Gregory Lee Simpson (36).

Pemeriksaan setempat ini dikatakan JPU Putu Yumi Antari, SH., guna memastikan kekuatan isi dakwaan terhadap kejadian perkara yang dilakukan oleh terdakwa dan rekan-rekannya (2 orang masih buron) berdasarkan kesaksian dari korban.

Pemeriksaan setempat dilakukan selama lebih dari dua jam di Villa Seminyak Estate & Spa Royal 8, Jalan Nakula Gang Baik-baik, Seminyak, Badung. Korban yang merupakan WNA pasutri dan merupakan rekan mitra kerja dari terdakwa juga dihadirkan dalam sidang setempat ini.

Nampak saksi korban, Principe yang berbadan tambun menutup satu matanya bak bajak laut, akibat penganiayaan yang dilakukan oleh terdakwa dan komplotannya saat kejadian.
 
Dicocokkan oleh JPU dalam dakwaan bahwa pria kelahiran High wycombe, 29 Maret 1985, asal Inggris dalam menjalankan aksinya tidaklah sendiri. Terdakwa melibatkan saksi Nicola Di Santo (Dakwaan terpisah), Mateusz Mariusz Morawa (DPO) dan Brend Stefan Stade (DPO). 

Aksi perampokan yang dilakukan sekitar pukul 02.30 WITA, Kamis 11 November 2021 di Villa tempat korban istrinya tinggal menetap selama berinvestasi di Bali. Perbuatannya sebagaimana tertuang dalam Pasal 84 Ayat (1) dan Ayat (2) KUHAPidana.

Dibacakan Jaksa Yumi, sebelumnya  pada Kamis malam 09 November 2021 melakukan pertemuan di Apartemen Royal Sagina, Jalan Mahendradata Selatan Nomor 11, Denpasar Barat, tempat tinggal dari aksi Nicola Di Santo bersama dengan pacarnya yaitu Saksi Mega Septiani.

Mereka merencanakan pencurian di tempat tinggal korban Principe Nerini di Villa Seminyak Estate & Spa Royal. 

Hal itu dilakukan setelah sebelumnya aksi Nicola, menelpon Saksi Gede Almana, yang juga bekerja kepada Saksi Korban Principe Nerini, mengatakan ingin meminta 2 (dua) Bit Coin (mata uang kripto berupa aset digital) dengan alasan bahwa Saksi Nicola sudah bekerja selama setahun namun tidak mendapatkan keuntungan dari trading crypto yang dilakukan olehnya.


Halaman :