News

Arak-Arakan Permalukan 4 Pria Terduga Perdagangan Manusia

 Sabtu, 01 Januari 2022, 10:15 WITA

beritabali.com/ist/suara.com/Arak-Arakan Permalukan 4 Pria Terduga Perdagangan Manusia

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Dunia. 

Sejumlah anggota polisi di beritabali.com/tag/beritabali.com/tag/China">China">beritabali.com/tag/China">China selatan mengarak empat orang pelanggar yang mengenakan pakaian pelindung diri di jalan-jalan sebagai tindakan untuk mempermalukan mereka di hadapan umum. Keempat laki-laki itu dituduh menyelundupkan manusia ke perbatasan beritabali.com/tag/China">China yang sebagian besar masih ditutup karena Covid.

Insiden ini terjadi di kota Jingxi di provinsi Guangxi dan direkam dengan kamera oleh para pemantau. Aksi itu menarik perhatian warga yang menyaksikan empat laki-laki tersebut dikawal oleh polisi bersenjata.

Tindakan mempermalukan tersebut menimbulkan reaksi beragam di online, termasuk di media online milik negara. Satu media beritabali.com/tag/China">China mengatakan langkah itu melanggar semangat penegakan hukum.

Foto-foto dan video dari insiden ini, yang terjadi pada 28 Desember, memperlihatkan empat pria itu sedang berjalan melewati area kota dengan kawalan polisi.

Membawa poster mencantumkan nama dan foto pelaku

Mereka membawa poster yang bertuliskan nama dan foto mereka. Beberapa warga terlihat menyaksikan beritabali.com/tag/arak-arakan">arak-arakan tersebut. 

Media Guangxi Daily, yang dikelola oleh pemerintah, mengatakan tindakan pendisiplinan itu dilakukan guna mencegah pelanggaran mereka yang melintas perbatasan.

Upaya itu juga disebutkan untuk mendorong agar warga mematuhi upaya pencegahan dan pengendalian pandemi.

Media pemerintah menggambarkan situasi Covid saat ini di daerah perbatasan sebagai "parah dan kompleks".

beritabali.com/tag/China">China, negara tempat Covid-19 pertama kali ditemukan pada akhir 2019, mencatat total 4.849 kematian dan 114.365 kasus, dengan 203 kasus baru dilaporkan pada Selasa (28/12).


Halaman :





Trending