Manuver Polair dan Kembang Api Jadi Penutup Doa Lintas Agama untuk Papua

Minggu, 08 September 2019 | 23:00 WITA

Manuver Polair dan Kembang Api Jadi Penutup Doa Lintas Agama untuk Papua

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Lombok.  Atraksi dan manuver belasan anggota dari Sat Polairud Polda NTB, serta pesta kembang api menjadi acara penutup ataua "closing ceremony" Love  for Papua, di hamparan pasir putih, tepian pantai depan Hotel Aruna Senggigi, Lombok, Sabtu (7/9). 
 

Acara yang diprakarsai Polda Nusa Tenggara Barat sebagai simpati atas tragedi di Papua ini, dihadiri tokoh masyarakat dari lintas agama. Ribuan masyarakat Lombok dari berbagai tempat menyatu,  berbaur dengan ratusan aparat Polri, TNI, organisasi masyarakat, serta tokoh agama. Sejak pukul 16.00 wita, lokasi dimana acara akan berlangsung, sudah dipenuhi orang-orang dengan tanda pita merah putih melingkar di kepala. 
 
Pita merah putih sengaja dibagikan oleh aparat polisi, TNI, dan relawan, sebagai simbol dukungan atas  nasib warga di Papua.Ribuan warga yang 'numplek' di satu titik di pantai depan Hotel Aruna ini, menyebabkan kemacetan kendaraan dan manusia. Arus kendaraan menuju dan keluar kawasan Senggigi jadi tersendat, karena ramainya warga memenuhi kawasan pantai.Pukul 18.00 wita acara pun dimulai, warg mulai bergeser, menuju tepian pantai. Alunan gamelan dan gendang belig musik tradisional Sasak mengalun, seirama desiran angin malam dan ombak pantai Senggigi. 
 
 
Acara diisi sesi hiburan dan sambutan-sambutan oleh Kapolda Irjen Pol Nana Sudjana, Gubernur Zulkiflimansyah. Hadir juga Forum Perangkat daerah, civitas kampus, organisasi masyarakat, dan  tokoh lintas agama di acara ini. 
 
Doa bersama dimulai, dari perwakilan masing-masing agama. Dilanjutkan pelarungan lilin ke laut. Hadir dan turut memberi kata sambutan, Sekretaris Daerah Kabupaten Fak Fak, Ali Baham Temongmere. Bersama 150an orang warga Papua yang ada di NTB, serta para wisatawan manca negara, doa untuk Papua dengan tema 'Love for Papua From West Nusa Tenggara juga diisi hiburan musik akustik Asbac Band. 
 
 
Acara juga menampilkan alat tradisional Gendang Belig oleh personel Polres Lombok Tengah. Sementara  Satuan Polairud yang tampil di sesi akhir acara, menampilkan manuver dan atraksi atraktif di tengah laut. Menggunakan lebih dari lima kapal boat, berbagai macam bentuk gerakan putaran dilakukan.
 
Diiringi tepuk sorai warga yang memenuhi tepian pantai. Acara makin semarak, dengan dentuman dan kilatan kembang api yang berlangsung hampir 20 menit. Jelang pukul 22.00 WITA doa bersama lintas agama untuk Papua berakhir. Dengan ucapan terimakasih Kapolda Nana Sudjana dan jajarannya di Polda NTB. (bbn/lom/rob)


Minggu, 08 September 2019 | 23:00 WITA


TAGS: Poair NTB Perdamaian Papua



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: