Setengah Penghuni Lapas Mataram Diusulkan Jalani Rehabilitasi

Minggu, 18 Agustus 2019 | 16:00 WITA

Setengah Penghuni Lapas Mataram Diusulkan Jalani Rehabilitasi

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Lombok. Setengah dari total 1.038 narapidana dan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Mataram dan Lapas Perempuan Kelas III Mataram diusulkan menjalani proses rehabilitasi. 
 

Pasalnya, sebagian besar dari penghuni Lapas adalah terkait kasus narkoba. Sehingga untuk mengurangi tingginya jumlah narapidana kasus narkoba, perlu dilakukan rehabilitasi.
 
Berdasarkan data yang diberikan Kepala Lapas II A Mataram, Tri Saptono Sambudji, per Mei 2019, total napi yang sedang menjalani masa pembinaan ada 700 orang. Dan 337 orang merupakan tahanan. Sebagian besar dari total penghuni Lapas adalah dengan kasus narkoba. 
 
Saat Penyerahan Remisi Umum 17 Agustus 2019 kepada 522 orang penghuni di dua Lapas tersebut oleh Gubernur NTB Doktor Zulkiflimansyah, Sabtu (17/8), Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB menyampaikan ke Gubernur dan seluruh masyarakat untuk tidak ragu melaporkan ke BNN, terkait dengan rehabilitasi. Ini berlaku bagi yang sudah terpapar narkoba (pecandu tapi bukan jaringan pengedar). 
 
"Kami menyampaikan ke Gubernur, untuk tidak ragu-ragu melaporkan ke BNN. Untuk kita rehabilitasi tanpa dikenai biaya dan sangsi hukum," kata Kepala BNNP NTB, Kombespol Drs Gde Sugianyar Dwi Putra SH Msi, di sela-sela acara penyerahan remisi di Lapas kelas II A Mataram. BNNP sangat prihatin dengan penghuni Lapas, yang sebagian besar adalah kasus narkoba. 
 
Diharapkan upaya pencegahan selain melalui program percontohan Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba).  "Tiap desa dari masing-masing kabupaten, ditingkatkan pelaksanaannya dengan melibatkan seluruh stakeholder. Dan dukunhan tambahan pembiayaan dari Pemda," jelas Sugianyar.
 
Dalam kesempatan upacara Agustusan di Kantor Gubernur NTB, bersama Kepala Pengadilan Negeri (PN) dan  Kejaksaan Tinggi (Kajati) juga sempat berlangsung diskusi untuk tindak lanjut pertemuan. Antara PN, Kajati, dan Kepolisian sebagai forum komunikasi dalam rangka menyamakan persepsi di lingkungan criminal justice system. 
 

Dimana rehabilitasi terhadap para pelaku tindak pidana narkoba yang merupakan pecandu dan bukan terlibat jaringan pengedar, adalah amanat undang-undang yang wajib direhabilitasi oleh negara.
 
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM, Drs Andi Dahrif Rafied Msi dalam laporannya menyampaikan, pada tahun ini ada 580 Warga Binaan Pemasyarakatan yang mengusulkan remisi atau pengurangan masa hukuman.  Sementara jumlah warga binaan yang menerima remisi 522 orang. 
 
Dalam kesempatan upacara peringatan 17 Agustus ini juga, 28 orang purna Paskibraka 2019  Propinsi NTB, juga ditunjuk sebagai duta untuk menjadi relawan BNNP. Tugas mereka mensosialisasikan 'Tolak Narkoba' di lingkungan sekolah di seluruh kabupaten dan kota di provinsi NTB. (bbn/lom/rob)


Minggu, 18 Agustus 2019 | 16:00 WITA


TAGS: Napi Remisi BNNP Lombok



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: