170 Napi Lapas Kelas IIB Karangasem Dapat Remisi, Termasuk Dua Tahanan Asing

Sabtu, 17 Agustus 2019 | 16:15 WITA

170 Napi Lapas Kelas IIB Karangasem Dapat Remisi, Termasuk Dua Tahanan Asing

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Karangasem. Sebanyak 170 orang warga binaan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kelas IIB Karangasem diberikan remisi pada Peringatan Hari Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia (RI) Tahun 2019.
 

Pemberian remisi secara simbolis dilakukan pagi ini, Sabtu (17/08/2019) oleh wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa kepada 3 (tiga) perwakilan dari warga binaan.
 
Remisi yang diberikan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 174 Tahun 1999, bahwa semua Narapidana dan Anak yang Berkonflik dengan Hukum (ABH) yang memenuhi persyaratan setiap perayaan Kemerdekaan pada Hari Republik Indonesia, tanggal 17 Agustus diberikan Remisi Umum.
 
Para napi ini mendapat remisi umum atau pengurangan masa hukuman dari pemerintah antara 1 sampai 6 bulan untuk setiap orang disesuaikan dengan lamanya mereka menjalani hukuman di LP. 
 
Dari 170 orang narapidana, remisi umum sebanyak satu bulan diberikan kepada 23 warga binaan, remisi 2 bulan sebanyak 52 orang, remisi 3 bulan sebanyak 57 orang,  4 bulan sebanyak 29 orang dimana dua diantaranya adalah napi warga negara asing, 5 bulan sebanyak 12 orang dan 6 bulan sebanyak 4 orang selain itu, remisi umum langsung pulang sebanyak 4 orang. Sementara 3 orang diantaranya yang diusulkan masih harus menjalani denda/subside.  
 
Dalam sambutan tertulis Peringatan HUT RI Ke-74, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Yasonna H. Laoly yang dibacakan oleh Wabup Artha Dipa mengatakan, kondisi lapas atau rutan yang kelebihan penghuni 100% saat ini menjadi sumber segala permasalahan. Bahkan terkadang menjadi alasan pembenar terhadap terjadinya penyimpangan-penyimpangan di di dalam Lapas.
 
"Masih banyak kita dengar adanya dugaan pengendalian dan pengedaran narkoba, penyalahgunaan ponsel, pungutan liar yang terjadi di dalam lapas. Semua itu berakar pada masalah kelebihan penghuni," ujarnya. 
 
Dikatakan, kini Lapas/Rutan  belum mampu move on dan masih terpontang panting dihajar berbagai isu-isu klasik yang selalu muncul dan tak kunjung habisnya. Hal ini terbukti dengan ruang udara pemberitaan maupun lini massa sosial media yang tak pernah sepi dari segala permasalahan yang berkaitan dengan penyimpangan ataupun pelanggaran di Lapas/Rutan.
 
"Maka dari itu kita harus membagun awareness, agar kita tidak selalu menjadi bulan-bulanan," ucapnya. 
 

Langkah-Iangkah dan upaya pembenahan nnelalui porgram Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan harus terus di lakukan. Program Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan sangat sesuai dengan tema perayaan Ke-74 Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yaitu "SDM Unggul lndonesia Maju," dimana sama-sama memiliki fokus dalam upaya peningkatan kualitas SDM.
 
Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan yang menjadi pilihan untuk solusi penyelesaian permasalahan-permasalahan pemasyarakatan harus mampu menyentuh berbagai program pembinaan. Hal ini diyakini dapat mengantarkan mereka menjadi manusia yang berkualitas, terampil, dan mandiri sehingga kemudian mereka mampu memberikan kontribusi dalam peningkatan sumber daya manusia yang mendukung dan memajukan perekonomian nasional. (bbn/igs/rob)


Sabtu, 17 Agustus 2019 | 16:15 WITA


TAGS: Remisi Karangasem



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: