Kebakaran Gunung Batukaru: Bara Api Masih Menyala, Warga Siaga Bawa 100 Jerigen

Rabu, 14 Agustus 2019 | 23:00 WITA

Kebakaran Gunung Batukaru: Bara Api Masih Menyala, Warga Siaga Bawa 100 Jerigen

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Tabanan. Meski kobaran api kebakaran di kawasan Gunung Batukaru, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel Tabanan telah padam, warga di delapan desa adat Wongaya Gede bersama petugas terkait masih siaga. 
 

Pasalnya bara api bekas kebakaran yang ada di areal terjal masih menyala ketika ada tiupan angin. Menangani hal itu, Rabu malam pukul 24.00 WITA sejumlah warga dari empat desa adat naik ke puncak lokasi kebakaran membawa air dan alat semprot padi. Air yang dibawa sebanyak 100 jerigen isian lima liter dan membawa dua buah alat semprot padi.
 
Bendesa Adat Wongaya Gede I Ketut Sucipto mengatakan sesuai dengan informasi dan laporan warga serta relawan yang datang dari penanganan kebakaran di lokasi kebakaran atau selatan dan timur Pura Puncak Kedaton, dinyatakan api tidak ada yang menyala dan sudah padam.
 
Hanya saja bara api bekas kebakaran masih terlihat terutama di areal terjal. Kondisi ini menyulitkan penanganan dengan cara manual. "Dan yang mengagetkan laporan dari warga yang turun Rabu pagi, bahwa bara api yang menyala ketika ada angin menimbulkan percikan api," ungkap Sucipto, Rabu (14/8).
 
Dengan kondisi itu agar tidak menjadi masalah kembali, sesuai dengan hasil koordinasi dengan Camat Penebel, BPBD Tabanan, Danramil Penebel dan kepolisian diputuskan bahwa Rabu malam pukul 24.00 WITA memberangkatkan warga ke puncak atau lokasi kebakaran. Warga yang berangkat adalah Desa Adat Jatiluwih, Desa Adat Penatahan, Desa Adat Tengkudak dan Desa Adat Wangaya Gede. Mereka naik membawa air dan alat semprot padi.
 
Pemberangkatan dilakukan pukul 24.00 WITA tersebut atas pertimbangan. Jika berangkat pukul 17.00 warga yang melakukan penanganan sampai puncak akan kedinginan serta penanggulanya tidak cepat mengingat malam hari. Namun apabila berangkat malam hari tentu sampai dipuncak pagi hari serta penanganan akan kembali optimal.
 
Dituturkan Sucipto yang biasa dikenal dengan Pak Bintang bahwa warga yang naik membawa air dengan jumlah 100 jrigen isian lima liter. Serta membawa alat semprot padi 2 buah. "Ini kami lakukan dirasa penting, kalau dibiarkan mengingat sekarang musim kemarau, angin kencang dan kami takut timbul hal yang tidak diinginkan," katanya. 
 
Namun apabila langkah terakhir yang dilakukan warga tidak berhasil, penanganan kebakaran akan dikembalikan ke pemerintah Kabupaten Tabanan turut membantu mengatasi. "Ini adalah langkah terakhir. Mudah-mudahan berhasil memadamkan bara api. Apabila tidak kami minta bantuan pemerintah untuk penanganan," tandasnya. 
 
Dia menambahkan berdasarkan informasi warga yang turun dari penanggulangan kebakaran Rabu Pagi, Rabu siang masih ada 4 orang di puncak memantau bara api. Hanya saja identitasnya tidak diketahui sebab terlihat dari jauh. 
 

Di sisi lain mengingat ada dugaan bahwa kebakaran terjadi karena ada ulah pendaki yang membakar sampah dan membuat api unggun, Selasa pagi tim inafis Polres Tabanan sudah melakukan penyelidikan ke lokasi kebakaran. Hanya saja untuk hasilnya masih menunggu perkembangan. 
 
Kasat Reskrim Polres Tabanan, AKP I Made Prama seijin Kapolres Tabanan AKBP I Made Sinar Subawa menjelaskan untuk penindakan kebakaran kepolisian, TNI dan masyarakat fokus memadamkan api dan api sudah padam. Sementara untuk proses penyelidikan polisi telah melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber api. "Polisi sudah cek ke TKP dan melakukan identifikasi," ujarnya. 
 
Dikatakan sesuai dengan penyelidikan awal sementara belum ditemukan penyebab munculnya api. Karena di lokasi hanya ditemukan kebakaran rimbunan pohon paku. Belum ditemukan adanya bekas puntung rokok ataupun bekas pembakaran sampah di titik api. "Jadi ini masih proses penyelidikan. Perkembangan saya laporkan," tegasnya. (bbn/tab/rob)


Rabu, 14 Agustus 2019 | 23:00 WITA


TAGS: Kebakaran Gunung Batukaru Bara Api Warga Siaga



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: