Beji Waringin 7 Desa Kapal

Selasa, 30 Juli 2019 | 02:35 WITA

beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beji Waringin Pitu Tempat Meruwat Dan Penyembuh Penyakit
Mungkin belum banyak yang mengenal keberadaan Beji Waringin Pitu, tempat ini memiliki 7 buah pancuran yang berasal dari 3 sumber mata air, diyakini oleh masyarakat luas sebagai tempat suci yang diperuntukkan sebagai tempat melukat atau tempat untuk meruwat segala bentuk kemalangan manusia, bisa menyucikan jasmani dan rohani.
.
Di tempat ini sebuah pura yang bernama Pura Waringin Pitu, pura ini sebagai tempat pemujaan Dewa Wisnu dan Batari Gangga. Batari Gangga juga dikenal sebagai Batari Manik Galih ketika beliau menunjukkan kekuasaannya dalam proses pengobatan atau metambaan. Seperti namanya Beji Waringin Pitu, beji adalah sebuah tempat pemandian yang berada di dekat sumber air dan terdapat tempat suci pura atau pelinggih, waringin berarti pohon beringin, yang mana di tempat ini ada sebuah pohon beringin besar yang menaungi beji dan pemandian tersebut, sedangkan pitu berarti tujuh, sesuai dengan jumlah pancuran yang ada di tempat ini.
.
Jika anda berkunjung ke Beji Waringi Pitu, suasananya sangat nyaman dan damai. Lokasi pemandian berada di pinggir sungai Yeh Penet, masih banyak rimbunan pepohonan serta sebuah pohon beringin besar yang menjadi perindang membuat suasananya menjadi asri dan damai, ditambah lagi tujuh buah pancuran yang mengalir sangat jernih. Adapun relief tersebut, mulai dari pancuran sebelah kiri, sebagai berikut :
 
1. Aksara Ang – Ung, simbul untuk lubang pada pori-pori kulit yang berhubungan dengan panas dan udara.
2. Aksara Mang, melambangkan sang Hyang chandra, simbol untuk lubang mata
3. Aksara Ongkara, melambangkan kekuatan dewa Siwa sebagai simbol lubang mulut.
4. Aksara Mangkara, melambangkan kekuatan dewa Iswara, sebagi simbol hidung
5. AKsara Ungkara, sebagai kekuatan Dewa Wisnu untuk simbol telinga
6. Aksara Akara Ang/ah, sebagai kekuatan Dewa Brahma disimbolkan dengan lubang kemaluan
7. Aksara Akara Ang/ah, sebagai kekuatan Dewa Brahma disimbolkan dengan lubang anusAdapun relief tersebut, mulai dari pancuran sebelah kiri,
8. Aksara Ang – Ung, simbul untuk lubang pada pori-pori kulit yang berhubungan dengan panas dan udara.
9. Aksara Mang, melambangkan sang Hyang chandra, simbol untuk lubang mata
10. Aksara Ongkara, melambangkan kekuatan dewa Siwa sebagai simbol lubang mulut.
11. Aksara Mangkara, melambangkan kekuatan dewa Iswara, sebagi simbol hidung
12. AKsara Ungkara, sebagai kekuatan Dewa Wisnu untuk simbol telinga
13. Aksara Akara Ang/ah, sebagai kekuatan Dewa Brahma disimbolkan dengan lubang kemaluan
14. Aksara Akara Ang/ah, sebagai kekuatan Dewa Brahma disimbolkan dengan lubang anus


Selasa, 30 Juli 2019 | 02:35 WITA


TAGS: #beritabali #beritabalitv #berita #bali #melukat #pancoran #BejiWaringinPitu #DesaKapal



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: