Masjid Jami', Tempat Menyembunyikan Senjata di Masa Perjuangan

Rabu, 05 Juni 2019 | 06:25 WITA

Masjid Jami', Tempat Menyembunyikan Senjata di Masa Perjuangan

Beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Jembrana. Masjid Jami’ di Desa Air Kuning, Jembrana menjadi salah satu tempat menyembunyikan peti yang berisikan senjata dan bahan peledak pada masa perjuangan melawan Belanda. Dimana peti yang berisikan senjata dan bahan peledak disembunyikan di dalam masjid tepatnya di bagian atap masjid.

Demikian terungkap dalam artikel ilmiah berjudul “Dari Masjid Jami’ ke Masjid Pahlawan  di Desa Air Kuning Jembrana Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Tahun 1945-1996 di SMA” yang dipublikasikan dalam Jurnal Pendidikan Sejarah (Widya Winayata), Volume 8 Nomor 2 Tahun 2017. Artikel ditulis oleh Fitriyanah,   Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum, dan Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum dari Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja.

Fitriyanahdan kawan-kawan menuliskan bahwa Masjid Jami’ memiliki peran penting pada masa revolusi fisik 1945-1949 sebagai tempat menyembunyikan senjata yang dibawa oleh rombongan I Gusti Ngurah Rai dari Jawa sebagai pertahanan melawan serdadu Belanda. Mengacu pada peristiwa tersebut masyarakat Air Kuning kemudian melakukan perubahan nama menjadi Masjid Pahlawan.

Masjid Jami’ yang memiliki ukuran sederhana dan tidak begitu luas pada saat itu mampu menampung senjata kurang lebih 20 buah di dalam Masjid. Senjata-senjata tersebut di letakan di sembarang tempat (didalam area masjid). Beberapa senjata di letakan di lantai hanya di tutupi dengan kain, sebagian lagi diletakkan di langit-langit masjid karena pada saat itu masjid masih terbuat dari anyaman bamboo (bedeg) sehingga mudah untuk di lobangi, Kemudian sebagian lagi diletakan di pojok masjid lalu di tutupi dengan kain.

Pada saat itu, para pejuang berinisiatif untuk menyembunyikan senjata  di dalam masjid dengan pertimbangan bahwa Belanda tidak akan mungkin memasuki masjid sebab tempat ibadah. Namun, jika di letakan di dalam rumah penduduk tentu saja akan didapatkan oleh Belanda, sebab para petugas patroli Belanda sering menggeledah rumah-rumah penduduk.

Masjid Jami’ merupakan Masjid yang pertama dibangun oleh masyarakat Islam yang mendarat di Kabupaten Jembrana. Proses pembangunan masjid yang dilakukan oleh penduduk Muslim di Desa Air Kuning tidak lepas dari peran serta pemimpin pada saat itu yaitu Raja Jembrana. Dimana Raja Jembrana yang memberikan tanah untuk tempat tinggal bagi para pendatang Muslim. Akhirnya mereka mendirikan sebuah bangunan untuk tempat beribadah.[bbn/Widya Winayata/mul]


Rabu, 05 Juni 2019 | 06:25 WITA


TAGS: Masjid Jami Pahlawan Perjuangan



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: