KSOP Benoa Tunda Keberangkatan Kapal Pemudik Tujuan Bima Selama 3 Jam

Sabtu, 01 Juni 2019 | 17:25 WITA

KSOP Benoa Tunda Keberangkatan Kapal Pemudik Tujuan Bima Selama 3 Jam

beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa, Agustinus Maun, mengambil tindakan tegas dengan menunda keberangkatan kapal Pelni yang mengangkut pemudik tujuan Bima. Penundaan keberangkatan selama 3 jam ini bertujuan untuk keselamatan penumpang.
 
Kapal Pelni yang ditunda keberangkatannya adalah KM Lawit yang hendak berangkat dari Pelabuhan Benoa dengan tujuan ke Bima. Penundaan dilakukan selama 3 jam, sambil menunggu pihak penanggung jawab kapal memenuhi persyaratan alat keselamatan penumpang yang dirasa masih kurang.
 
"Kapal yang memberangkatkan penumpang harus benar-benar memenuhi persyaratan kelaikan. KM Lawit ternyata kapasitas alat penolong penumpang yang ada di atas kapal kurang sehingga sempat kami tunda keberangkatannya. Kami berupaya bersama pihak PT Pelni untuk memenuhi persyaratan dengan menambah kapasitas alat penolong agar sesuai dengan jumlah penumpang yang ada di kapal," ujarnya.
 
Setelah sempat ditunda keberangkatannya selama 3 jam, kapal KM Lawit tujuan Bima ini kemudian diijinkan untuk berangkat dari pelabuhan Benoa Denpasar. 
 
"Setelah jumlah alat penolong penumpang jumlahnya mencukupi, kami kemudian ijinkan kapal KM Lawit berangkat ke Bima pulul 11 54 kemarin. Ini sesuai dengan semangat Kementerian Perhubungan yang mengutamakan keselamatan dan keamanan pelayaran," ujar Agustinus, di Posko Angkutan Lebaran Benoa, Denpasar, Sabtu (1/6/2019).
 
Siapkan 5 Buah Kapal
 
Untuk angkutan Lebaran tahun ini di Pelabuhan Benoa,  PT Pelni menyiapkan 5 buah kapal yang masing-masing berkapasitas 1.000 orang penumpang. Semua kapal ini sudah melalui pengecekan kelayakan dan dinyatakan sudah layak berlayar. 
 
"Tahun ini puncak mudik di Benoa H-4 kemarin dengan jumlah 835 penumpang tujuan ke timur Indonesia. Terjadi penurunan penumpang dibanding hari yang sama tahun lalu karena pada H-8 sudah ada KM Lawit yang sudah memberangkatkan 900 orang penumpang. Dengan jadwal yang berdekatan penumpang pulang lebih cepat daripada pulang mendekati masa Lebaran," jelasnya.
 
Pemudik dari Benoa paling banyak tujuan Bima NTB. Pemudik tahun ini, kata Agustinus, lebih banyak memilih angkutan laut lewat pelabuhan Benoa mengingat harga tiket pesawat yang naik signifikan. 
 
"Banyak yang memilih moda angkutan laut untuk mudik karena tingginya harga tiket pesawat udara," ujarnya sambil menjelasnya Posko Angkutan Lebaran di pelabuhan Benoa akan dibuka hingga 21 Juni mendatang. [bbn/psk]


Sabtu, 01 Juni 2019 | 17:25 WITA


TAGS: ksop benoa mudik



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: