Kasus HIV/AIDS di Denpasar Terdeteksi 1000 Kasus Per-Tahun Dalam 2 Tahun Terakhir

Rabu, 22 Mei 2019 | 18:52 WITA

Kasus HIV/AIDS di Denpasar Terdeteksi 1000 Kasus Per-Tahun Dalam 2 Tahun Terakhir

Beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Jumlah kasus HIV/AIDS di kota Denpasar yang terdeteksi dalam dua tahun terakhir mengalami peningkatan mencapai 1000-1200 kasus per-tahun. Namun peningkatan kasus ini dipastikan sebagai akibat dari adanya peningkatan layanan pemeriksaan di Kota Denpasar dan kesadaran masyarakat untuk melakukan pengecekan kesehatan.


"Karena sosialisasi gencar, karena pelayanan kita juga mulai meningkat, sehingga masyarakat semakin banyak yang periksa, sehingga makin banyak yang terdeteksi," ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Ida Bagus Gede Eka Putra saat diskusi penanggulangan HIV/AIDS di Denpasar pada Rabu (22/5).

Menurut Eka Putra, sebelumnya pada periode 2000-2013 jumlah kasus HIV/AIDS yang terdeteksi di Kota Denpasar rata-rata hanya 200 kasus/tahun.

Sehingga kemudian upaya pelayanan dan deteksi dini terus dilakukan agar orang dengan HIV/AIDS mendapatkan layanan kesehatan secara menyeluruh.

Eka Putra mengungkapkan berdasarkan estimasi jumlah kasus HIV/AIDS di Kota Denpasar mencapai sekitar 10.831 kasus, namun secara akumulatif yang tercatat sejak tahun 1987 hingga Desember 2018 mencapai 7.664 kasus.


"Secara jumlah Denpasar memang terbanyak, tetapi bukan semuanya warga Denpasar, ada yang dari luar Denpasar yang kemudian terdeteksi saat melakukan pemeriksaan di layanan kesehatan di Denpasar," kata Eka Putra.

Eka Putra menambahkan bahwa upaya deteksi dan layanan pengecekan HIV/AIDS di Kota Denpasar kini terus di tingkatkan. Saat ini di Denpasar tercatat telah ada 25 klinik konseling dan tes HIV, 14 klinik IMS dan 2 klinik pencegahan penularan HIV dari ibu hamil ke anak.

Selain itu, sejak 2016 setiap ibu hamil di Denpasar direkomendasikan untuk melakukan tes HIV. Harapannya penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak dapat diantisipasi dan diminimalisir. [bbn/Mul]


Rabu, 22 Mei 2019 | 18:52 WITA


TAGS:



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: