Pura Mekah Bentuk Pengakuan terhadap Agama Islam di Denpasar

Senin, 20 Mei 2019 | 06:30 WITA

Pura Mekah Bentuk Pengakuan terhadap Agama Islam di Denpasar

beritabali.com/Widya Wretta

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Pura Mekah menjadi  bentuk pengakuan terhadap agama Islam di daerah Denpasar Utara.

Keberadaan Pura Mekah di Banjar Anyar Desa Poh Gading, Ubung Denpasar ini menandakan telah terjadi asimilasi atau ‘koalisi’ kultural antara kebudayaan Hindu dan Muslim di tengah kian gencarnya kasuskasus kekerasan mengatasnamakan agama dan krisis multidimensi.


Hal tersebut terungkap dalam sebuah sebuah artikel ilmiah berjudul “Pura Mekah di Banjar Anyar Desa Poh Gading, Ubung Kaja, Kota Denpasar (Analisis Struktur, Historis dan Fungsi)” yang dipublikasikan dalam Widya Wretta, Volume 1 Nomor 1, Tahun 2018. Artikel ditulis oleh I Nyoman Djuana dari Universitas Warmadewa dan Ni Made Surawati dari Universitas Hindu Indonesia, Denpasar.

Djuana dan Surawati menuliskan keberadaan Pura Mekah ini sangat menarik karena beberapa alasan. Alasan-alasan tersebut diantaranya pertama nama pura yang diidentikkan dengan sebuah tempat suci sentrum orientasi umat Muslim di Timur tengah, kedua pura ini ada di wilayah pemukiman kelas menengah urban kota, tepatnya di Banjar Anyar, Ubung Kaja Denpasar, dan ketiga dalam pelaksanaan upacara ritual tidak menggunakan daging babi, dan keempat terdapat keunikan yang bisa ditelusuri secara historis yakni keberadaan Pura Mekah yang lebih dari satu di kisaran Ubung Kaja, dan kelima sistem pemujaan juga sedikit berbeda yakni menggunakan arah barat sebagai arah kiblat.


Menurut seorang pemangku Pura Mekah bernama I Wayan Mertha, keberadaan Pura Mekah di Poh Gading Ubung Kaja memiliki kaitan dengan Pura Mekah yang berada di Desa Binoh.

Hal ini diperkuat dengan adanya wacana lisan yang menyatakan jika di Ubung (yang dulunya satu desa dengan Peguyangan) pernah datang dua utusan Majapahit yang disebut-sebut sebagai Dalem Mekah. Dua utusan ini tinggal dengan dibatasi setra Dalem Poh Gading, yang satu tinggal di sebalah utara setra dan satunya lagi tinggal di sebalah selatan.Apabila dilihat dari arsitektur bangunan, pura ini dibangun dengan sentuhan kebudayaan Islam saat itu. Terbukti di atas candi gelung itu terdapat gempolan seperti kubah.

Djuana dan Surawati  juga menuliskan jika asal usul keberadaan Pura Mekah di Banjar Anyar Desa Poh Gading Ubung Kaja tidak bisa dilepaskan dari sejarah datangnya Majapahit ke Bali. Secara struktur, Pura Mekah dibangun dengan konsep Dwi Mandala. Pada Madya Mandala terdapat bale delod, penunggung karang dan bale kulkul.

Sedangkan di Utama Mandala terdapat bangunan seperti, Bale Piyasan, Pepelik/Bale Pangaruman, Palinggih Ratu Ayu, Pengapit, Gedong Ratu Gede, Palinggih Pengater/Gedong Tiga, Palinggih Ratu Hyang, Bale Pengadegan, dan Bale Gong. [bbn/ Widya Wretta/mul]


Senin, 20 Mei 2019 | 06:30 WITA


TAGS: Pura Mekah Denpasar



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: