BNN: Seminyak Dominan Penggunaan Heroin, Tabanan Mayoritas Ganja

Rabu, 15 Mei 2019 | 16:55 WITA

BNN: Seminyak Dominan Penggunaan Heroin, Tabanan Mayoritas Ganja

bbn/ilustrasi

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Kepala BNN RI Komjen Pol Heru Winarko menyebut dari data per wilayah, Desa Pemogan, kecamatan Denpasar Selatan sendiri  masuk zona merah karena di sana banyak sekali rumah kos yang ditempati para pekerja yang dominan bekerja di tempat hiburan malam.
 

"Ada 654 daerah rawan narkoba di Indonesia, Bali mendapatkan 3 daerah wilayah rawan dan dari wilayah tersebut berbeda pula penyalahgunaan narkoba," ungkapnya saat membuka kegiatan Pencanangan Layanan Rehabilitasi berbasis Masyarakat (RBM) dan Agen Pemulihan Dalam Rangka Mewujudkan Desa Bersinar 2019 di Provinsi Bali pada hari Rabu pagi (15/5) bertempat di Jalan Pemogan no 153 Denpasar Selatan Bali. 
 
Dibeberkannya untuk wilayah Seminyak dominan penggunaan heroin, daerah Pemogan pengguna sabu mulai merambah dan Tabanan mayoritas banyak pengguna ganja. Data rehabilitasi pada tahun 2019 sampai Bulan Mei 2019 ini sejumlah 92 orang, dimana data ini didapatkan dari voluntary, Compulsary TAT,Serta Compulsary Operasi. 
 
Dimana Sebanyak 84 orang adalah pria Dan 8 orang wanita. Pada tahun 2018 layanan Pascarehabilitasi yang terdiri dari 3 komponen  yaitu rumah damping, pasca rehabilitasi reguler dan rawat jalan lanjut mempunyai capaian 221 sama dengan 92 persen serta Drop Out (DO) Sebanyak 2,7 persen.
 
Lebih lanjut, menurutnya stigma yang ada di masyarakat membuat para penyalahguna sulit untuk mengakses layanan rehabilitasi yang ada. Hal inilah yang mendasari kegiatan Rehabilitasi kedepannya dilaksanakan di masyarakat oleh masyarakat itu sendiri melalui kegiatan rehabilitasi berbasis masyarakat (RBM) dan agen pemulihan. 
 
"Kita harapkan Pemogan langsung menjadi daerah bersih narkoba. Narkoba adalah silent enemy, masuknya tidak diketahui, peredaran sangat cepat. Apalagi di desa ini sangat banyak tempat kos,saya harap kepala desa sangat peduli dan monitor terus karena hal itu sangat riskan terkena lahgun narkoba," ungkapnya.
 

Adanya program agen pemulihan mempunyai tugas yang terbagi dalam pemantauan, pendampingan serta bimbingan lanjut. Kegiatan tersebut akan dijalankan oleh masing-masing agen pemulihan yang dilatih dan diberi pelatihan. 
 
Diharapkan semua elemen masyarakat mampu menjadi agen pemulihan untuk menghindarkan diri, keluarga serta lingkungan sekitarnya agar tidak terpengaruh untuk menggunakan narkotika.
 
Kedepannya agar dalam setiap kegiatan agama dimasukkan program P4GN dimana dalam Inpres no 6 tahun 2018 agar semua instansi melaksanakan program P4GN maka itu BNN mendorong semua instansi bergerak. Bahkan (14/05) lalu Gubernur Bali telah membuat aturan bahkan menandatangani pararem secara serentak. (bbn/maw/rob)


Rabu, 15 Mei 2019 | 16:55 WITA


TAGS: BNN RI Seminyak Heroin Tabanan Ganja



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: