Dodol Jajanan Khas Dibuat Setahun Sekali Jelang Usabe Dalem

Kamis, 21 Februari 2019 | 15:00 WITA

Dodol Jajanan Khas Dibuat Setahun Sekali Jelang Usabe Dalem

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Karangasem. Dodol merupakan salah satu jajanan wajib yang rutin dibuat oleh warga Selat Duda, Karangasem untuk dipergunakan sebagai sarana utama dalam upacara tahunan yaitu Aci Usabe Dalem yang akan berlangsung pada tanggal 6 Maret 2019 mendatang.
 
Dalam proses pembuatan Dodol, seperti yang dituturkan oleh I Nyoman Selamet, (46) salah satu warga Desa Duda Utara yang pagi ini, Kamis (21/02) membuat jajanan tersebut menjelaskan, Proses awal pembuatan Dodol yakni dimulai dengan menunggu giliran untuk menggunakan wajan khusus terbuat dari besi berukuran besar yang dipergunakan sebagai wadah untuk memasak Dodol. 
 
"Karena tidak semua warga punya wajan tersebut, jadi biasanya banyak yang meminjam dan harus menunggu giliran untuk menggunakannya," ujarnya.
 
Setelah dapat giliran untuk menggunakan wajan, barulah beberapa bahan utama pembuatan Dodol ini disiapkan seperti buah kelapa tua, Ketan dan Gula Bali (Gula yang terbuat dari bahan dasar Tuak Manis hasil sadapan Pohon Enau). Untuk memenuhi kebutuhan upakara yang akan dipergunakan, biasanya dalam sekali adonan Dodol, Selamet menggunakan Buah Kelapa tua sebanyak 15 biji, Ketan 2 Kilogram dan Gula Bali satu bungkul jika dihitung beratnya sekitar 2,5 kilogram.
 
Setelah bahan-bahan lengkap, Kelapa lantas dibelah untuk diambil dagingnya kemudian diparut dan diambil santannya saja. Setalah santan siap, tahapan berikutnya, Gula Bali yang sudah diasiapkan dicairkan. Setelah cair lalu dicampur dengan santan. Santan yang sudah tercampur dengan Gula ini kemudian dituangkan ke dalam wajan dan dimasak selama 5 jam. Dalam tahapan ini, santan tidak boleh dimasak menggunakan api yang terlalu besar dan tidak boleh diaduk. 
 
Sambil menunggu, Ketan yang sudah dipersiapkan kemudian dihaluskan terlebih dahulu. Setelah menjadi tepung ketan, santan yang dimasak selama 5 jam tersebut sekitar seperempatnya lalu didinginkan dan dicampur dengan tepung ketan. Setelah tepung tercampur merata dengan santan tersebut barulah tahapan selanjutnya dilakukan. 
 
Sisa santan yang masih di dalam wajan kembali dimasak. Setelah santan kembali mendidih, secara perlahan adonan santan yang dicampur dengan tepung ketan tersebut kemudian dituang sedikit demi sedikit hingga habis. Di dalam tahapan ini adonan akan kembali dimasak selama 5 jam dengan api yang sedang atau tidak boleh besar ataupun terlalu kecil serta adonan harus terus diaduk. 
 
Setelah beberapa jam, adonan akan mulai mengental, frekuensi adukan pun harus semakin kencang dilakukan tujuannya untuk mengindari endapan di bawah wajan. Setelah 3 jam dimasak maka akan timbul gelembung gelembung besar serta warna adonan menjadi kecoklatan. 
 
Nah sambil menunggu Dodol matang, sudah menjadi kebiasaan membuat bubur tepung beras yang nantinya dipergunakan untuk ngejot. Ngejot sendiri cukup unik, dimana wadah yang dipergunakan yaitu pelepah pisang. Pelepah pisang ini dipotong potong dengan panjang sekitar 30 cm. Di atas pelepah pisang kemudian ditaruh bubur tepung yang berwarna putih kemudian disampingnya diisi dengan dodol. Inilah yang nantinya akan dijot atau dibagikan kepada tetangga yang ada di sekitar rumah.
 
Setelah melewati proses memasak yang cukup melelahkan, dodol yang sudah matang kemudian disimpan kedalam wadah dan didiamkan selama 48 jam. Setelah itu barulah proses pembungkusan dilakukan sesuai dengan keperluan upakara. 
 
"Sebelum dikaput (dibungkus) dodol biasanya didiamkan selama dua hari, tujuannya agar teksturnya mudah untuk dibungkus," kata Selamet.(bbn/igs/rob)


Kamis, 21 Februari 2019 | 15:00 WITA


TAGS: Dodol Usaba Dalem Karangasem



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: