Bulan Bahasa Bali, Artha Dipa Harap Pelestarian Bahasa Bali Tak Hanya Gencar di Pemerintah

Jumat, 01 Februari 2019 | 16:15 WITA

Bulan Bahasa Bali, Artha Dipa Harap Pelestarian Bahasa Bali Tak Hanya Gencar di Pemerintah

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Karangasem. Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa berharap agar Bahasa Bali tidak hanya gencar dilestarikan oleh Pemerintah, tetapi juga dilestarikan mulai dari dalam keluarga sehingga bahasa Ibu, bahasa yang pertama dikenalkan kepada anak-anak Bali adalah Bahasa Bali.
 

Disamping adanya Bulan Bahasa Bali ini, dalam penerapan berbahasa Bali hendaknya bisa dimulai dari lingkup paling kecil yaitu keluarga. Dengan begitu bahasa Bali akan diajarkan sejak dini kepada anak-anak sehingga pelestarian bahasa Bali dapat terjaga mulai dari sejak dini.
 
Ia mengapresiasi serta mendukung penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali ini, selain sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan, keterampilan berbahasa Bali juga dapat dijadikan sebagai sarana untuk mengajegkan budaya Bali. "Dengan kegiatan Bulan Bahasa Bali ini, tentunya akan membawa dampak positif bagi masyarakat Bali," ujarnya.
 
Kepada Dinas Kebudayaan, Artha Dipa berpesan agar juga melakukan pembinaan keterampilan dan kemampuan berbahasa Bali, meliputi Dharma Gita, Sloka, Palawakya, Satua dan lain sebagainya merata di delapan Kecamatan se Kabupaten Karangasem. 
 
Sementara itu, pementasan berbagai budaya Bali seperti menghafal sloka, masatua bali, palawakya, dana dharma gita menjadi tanda dibukanya Bulan Bahasa Bali yang berlangsung di Bencingah Lembu Agung Puri Gede Karangasem, Jumat (01/02).
 
Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Karangasem, I Wayan Witrawan mengatakan, kegiatan ini merupakan penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali pertama di Karangasem yang dilaksanakan pada bulan Februari tahun 2019. Kegiatan ini diadakan dengan tujuan sebagai ajang untuk melestarikan "ngajegang" Bahasa Bali. 
 

Selain itu, penyelenggaraan bulan Bahasa Bali ini diadakan untuk meningkatkan pemahaman agama, bahasa, aksara dan sastra sebagai dasar mengajegkan seni dan budaya Bali.  "Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali di Karangasem merupakan yang pertama kali diselenggarakan, sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan serta sebagai sarana untuk mengajegkan budaya Bali," ujarnya.
 
Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali ini berdasarkan Perda Provinsi Bali Nomor 1, Tahun 2018 tentang Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali dan Pergub Bali Nomor 80 tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali serta Instruksi Gubernur Bali Nomor 2331 tahun 2018 tentang Pelaksanaan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali. (bbn/igs/rob)


Jumat, 01 Februari 2019 | 16:15 WITA


TAGS: Bulan Bahasa Bali Wabup Artha Dipa Bahasa Bali



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: