Minus Potensi Wisata, Desa Amerthabuana Selat Kembangkan Produk Gula Semut

Minggu, 18 November 2018 | 17:25 WITA

Minus Potensi Wisata, Desa Amerthabuana Selat Kembangkan Produk Gula Semut

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com,Karangasem. Ingin sehat namun tetap bisa menikmati manisnya hidup, Gula Semut salah satu referensi bagi para penderita kadar gula darang tinggi agar tetap bisa menikmati rasa manis.
 
Gula semut merupakan produk lokal unggulan dari Desa Amerthabuana, Selat, Karangasem yang terbuat dari bahan dasar Tuak Manis minuman tradisional khas warga Karangasem. Menurut I Komang Arnawa selaku ketua kelompok Gula Semut Ambu Desa Amerthabuana, tercetusnya gagasan untuk membuat produk gula semut ini antaran Desa Amertha Bhuana sendiri sejauh ini belum memiliki potensi Pariwisata.
 
Menimbang kondisi tersebut, Arnawa bersama Kepala Desa, I Wayan Suara Arsana lantas mendapatkan ide untuk membuat Gula Semut. Gagasan ini juga didasari kebanyakan warganya berpencaharian sebagai petani tuwak sehingga jika produk tersebut laris maka akan berpengaruh kepada perekonomian warga Desa.
 
"Di Desa Amerthabuana tidak ada lokasi wisata, jadi kita coba buat produk ini, disamping kebanyakan warga juga sebagai petani Tuwak," kata Arnawa.
 
Untuk pembuatan Gula Semut, tidak semua tuwak bisa dipergunakan sebagai bahan dasar. Khusus untuk pembuatan produk ini yang dipergunakan hanyalah tuak manis dengan lau (ramua) les atau bagian dalam kayu Nangka. Ada tiga pohon penghasil tuak, yakni pohon kelapa, pohon lontar dan pohon aren. Namun hanya tuak dari pohon aren saja yang paling baik sebagai bahan dasar Gula Semut ini.
 
"Nanti hasilnya juga berbeda baik dari kualitas dan warnanya juga," ungkap Arnawa.
 
Proses pembuatannya sendiri bisa dikatakan cukup mudah hanya perlu waktu 4 jam saja dari proses awal pemasakan tuwak kemudian proses pengkristalan serta proses oven untuk mengurangi kadar air dalam gula sehingga bisa bertahan lebih lama.
 
Sementara itu, untuk bahan baku dirinya membeli langsung dari petani dengan harga Rp.3.000 per kilonya lebih tinggi dari harga di luar. Untuk 40 liter tuwak bisa menghasilkan 15 kilogram Gula Semut. Untuk harga perkilonya dijual Rp. 150 ribu saja. Arnawa mengungkapkan Gula Semut ini memiliki beberapa khasiat untuk kesehatan salah satunya Gula Semut baik dikonsumsi bagi para penderita diabetes dan Anemia. (bbn/igs/rob)


Minggu, 18 November 2018 | 17:25 WITA


TAGS: Gula Semut Karangasem Desa Amerthabuana



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: