Dua Oknum Ormas Penghina Polisi di Medsos Diringkus

Rabu, 17 Oktober 2018 | 06:10 WITA

Dua Oknum Ormas Penghina Polisi di Medsos Diringkus

Beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com,Denpasar. Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali meringkus dua oknum anggota ormas di Bali, yakni Lutfi Abdullah (30) dan Ilham, Senin (15/10) malam. Kedua pria itu dijerat Undang-Undang ITE karena menghina seorang anggota Polisi yang sedang berdinas melalui media sosial (medsos) Facebook.
 

Penghinaan terhadap anggota Polisi, Brigadir I Made Hendra Sutrisna, berlangsung di Jalan Bypass Ngurah Rai, Mumbul Nusa Dua, Kamis (11/10) sekitar pukul 07.30 Wita. Bermula korban melintas di Simpang Taman Griya menuju ke arah timur hendak melaksanakan tugas pengamanan IMF-WB di Nusa Dua.
 
Mengingat ada rombongan tamu yang bergerak dari belakang, korban menambah laju kendaraannya dengan maksud agar tidak menjadi penghalang rombongan tamu tersebut.
 
Namun tak disangka, dari arah belakang muncul tersangka mengendarai motor Yamaha NmaX sambil menghardik korban. “Kamu aparat ya?” kata tersangka dan dijawab korban “Ya, saya anggota. Kenapa?’ tanya balik korban.
 
Ditanya begitu, tersangka balik menuduh korban arogan membawa motor.
 
“Gitu ya, kamu mengendarai motor arogan,” ucapnya.
 
Dalam keadaan motor berjalan beriringan, tersangka menyuruh korban untuk menepi dipinggir jalan, namun ditolak oleh korban.
 
Guna menjaga keselamatan dirinya, anggota Polisi yang bertugas di Polres Badung itu memilih lokasi menepi yang ada personel Polri mengatur jalan. Oknum anggota salah satu ormas di Bali rupanya tahu akan hal itu. Dia pun menghardik korban dan mengatakan "De Ngalih Timpal Ci (jangan kamu mencari teman)". Tak lama, keduanya berhenti di simpang perumahan Taman Putri.
 
Dalam keadaan saling berhadapan, tersangka berbadan kekar ini marah-marah dan mengajak korban untuk berkelahi. Bahkan, tersangka menyuruh melepas lencana polisi yang dikenakannya. Dengan nada tinggi, tersangka juga menuduh korban arogansi mengendarai motor, kebut-kebutan di jalan dan hampir menyerempet tersangka.
 
“Korban sudah menerangkan kepada tersangka bahwa dia tidak ada ngebut di jalan. Tapi menambah laju kendaraan karena dibelakang ada rombongan tamu yang akan lewat,” ujar Kombes Andi.
 
Alasan korban ternyata tidak ditanggapi oleh tersangka. Malah dia mengeluarkan HP dan merekam wajah korban. Ia mengancam akan memperpanjang masalah tersebut karena dia memiliki keluarga Polisi. Ancaman itu dibuktikan tersangka dengan menyebarluaskan ke akun facebook miliknya, Jhonie Bali Holiday.
 
 
“Tersangka Lufti kami tangkap karena viralkan video korban dan menghina polisi. Sedangkan peran tersangka Ilham komentari “hajar saja,” beber Kombes Andi.
 
Berdasarkan video yang diviralkan ke medsos, Tim Resmob Polda Bali menangkap kedua tersangka di Jalan Marlboro III nomor 21, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat Senin (15/10) sekitar pukul 22.30 Wita.
 
“Korban sudah resmi melaporkan kasus ini dan kedua tersangka kami jerat dengan Pasal 28 Ayat 2 Juncto Pasal 27 Ayat 3 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Pasal 310 Ayat (1) Juncto Pasal 311 KUHP, pasal 211 KUHP dengan hukuman penjara enam tahun,” tegas Kombes Andi.  (bbn/spy/rob)


Rabu, 17 Oktober 2018 | 06:10 WITA


TAGS: Penghina Polisi Oknum Ormas



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: