IMF-WB: Startup Bali 3D Printing Garap Miniatur Peta di Indonesia Pavilion

Senin, 08 Oktober 2018 | 19:15 WITA

IMF-WB: Startup Bali 3D Printing Garap Miniatur Peta di Indonesia Pavilion

bbn/liputan6.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com,Badung. Menjadi sebuah kebanggaan karena salah satu Startup asal Jembrana, Bali 3D Printing dipercaya untuk menggarap proyek cetak 3 dimensi yang disuguhkan pada stand Indonesia Pavilion di ajang pertemuan IMF-World Bank di Nusa Dua, Badung.
 

Ari Widiantara dari tim Bali 3D Printing menjelaskan proyek cetak miniatur peta Indonesia dengan warna merah dan putih itu merupakan pesanan dari salah satu BUMN, PT Pembangunan Perumahan (PP). Sedikitnya, hasil cetak itu menggunakan bahan utama 13 Kg plastik organik ramah lingkungan.
 
 
"Ukuran panjang peta 7 meter, tinggi 2 meter menghabiskan 13 Kg bahan plastik," ujarnya.
 
Sementara itu, Indonesia Pavilion merupakan galeri yang memperlihatkan keindahan Indonesia untuk ditunjukkan pada para delegasi Pertemuan IMF-World Bank Group (WBG) 2018 di Bali yang diinisiasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN.
Indonesia Pavilion adalah lokasi yang menampilkan kekhasan Indonesia dari segi pembangunan, bisnis, proyek-proyek strategis nasional, wisata hingga kekayaan seni budaya serta kerajinan tangan khas Indonesia.
 
Tak hanya itu, berbagai faktor pendukung investasi yang dapat menarik para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia juga ditampilkan dalam showcase hall seluas lebih dari 2.000 meter tersebut
 
Seperti yang dikutip dari Liputan6.com, Staf Khusus I Menteri BUMN, Sahala Lumban Gaol mengatakan, dalam Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018 di Nusa Dua, Bali, Indonesia Pavilion dapat menjadi jendela pertama bagi para anggota delegasi yang hadir dalam mengenal Indonesia secara singkat namun dengan informasi yang cukup merepresentasikan segala keunggulan, keindahan dan keunikan Indonesia.
 

"Konten Indonesia Pavilion akan menyampaikan pesan Nawacita, di situ akan ditampilkan Indonesia in Numbers, dalam rangka rediscover Indonesia supaya orang melihat perkembangan pembangunan Indonesia yang perlu ditonjolkan pembangunan infrastruktur kita dulunya sangat jauh terbelakang, sekarang sudah luar biasa," kata Sahala seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Senin (8/10/2018).
 
Area Indonesia Pavilion sendiri terbagi dari beberapa ruangan tematik seperti BUMN Hall, Area Workshop, Area Pameran, VIP Lounge, Investment Lounge, dan Stage pavilion/Coffee Shop. Para tamu akan menelusuri setiap ruangan yang punya keunikan masing-masing.
 
Kementerian BUMN pun tidak sendirian. Pembuatan Indonesia Pavilion juga didukung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian ESDM, Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian Kominfo dan Kementerian Keuangan. (bbn/timbbcom/rob)


Senin, 08 Oktober 2018 | 19:15 WITA


TAGS: Bali 3D Printing Garap Peta Miniatur Indonesia Pavilion IMF-WB



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: