Meluasnya Dampak Kebakaran Kapal, Pemerintah Diharapkan Kaji Ulang Ijin Berlayar

Rabu, 11 Juli 2018 | 02:05 WITA

Meluasnya Dampak Kebakaran Kapal, Pemerintah Diharapkan Kaji Ulang Ijin Berlayar

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com,Denpasar. Polisi berharap kepada pemerintah daerah untuk segera mengkaji lamanya ijin kapal yang berlayar agar tidak terjadi penumpukan kapal di dermaga sehingga persoalan meluasnya kebakaran kapal tidak terulang lagi.
 

Kapolresta Denpasar Kombes Hadi Purnomo mengatakan banyak faktor meluasnya kebakaran di pelabuhan Benoa, salah satunya penumpukan kapal. Bahkan, ada ratusan perusahaan kapal di Pelabuhan Benoa belum diberikan ijin untuk berlayar. 
 
“Saya berharap ini menjadi perhatian pemerintah karena kalau kapal terlalu lama bersandar bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti konslet,” tegas Kombes Hadi, Selasa (10/7). 
 
Ia menegaskan, sebagian besar kapal yang bersandar di Pelabuhan Benoa, masih menunggu izin berlayar dari Dirjen Kelautan dan Perikanan. Ini juga dianggap sebagai salah satu faktor kapal banyak menumpuk di Pelabuhan Benoa.
 
Apalagi, kata Kombes hadi, sekarang ini ada 600 sampai 700 kapal yang menunggu izin berlayar. Dari jumlah itu, hanya tujuh kapal yang siap berlayar. Hanya, Kapolresta tidak mengetahui pasti lamanya izin keluar dari Dirjen Kelautan dan Perikanan. 
 
Dari kejadian yang sudah kali ketika terjadi ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Pelindo, Syahbandar, maupun Kementerian Kelautan dan Perikanan. “Kami akan segera mengumpulkan instansi terkait membicarakan mengenai cara penanganan apabila ada kejadian seperti ini. Kita berharap mudah-mudahan tidak terjadi lagi,”imbuhnya. 
 

Terkait hasl penyelidikan, saat ini katanya tim gabungan dari Direktorat Polisi Perairan Polda Bali, Polresta Denpasar dan Tim Labfor Mabes Polri mulai melakukan penyelidikan. Pihaknya masih memeriksa 14 orang saksi diantaranya dari nakhoda dan anak buah kapal (ABK). Sedangkan Tim labfor memfokuskan penyelidikan terhadap Kapal Motor (KM) Cilacap Jaya Karya yang menjadi sumber kebakaran. 
 
”Dugaan awal munculnya api dari mesin kapal Cilacap Jaya tapi kita belum men-justice kalau belum ahlinya yang berbicara,” ujar perwira melati tiga dipundak ini. 
 
Sementara dari keterangan saksi, menyebutkan bahwa mesin yang diduga menjadi sumber api dipakai untuk menyalakan lampu dan menanak nasi. “Sementara baru itu saja yang bisa disampaikan dan pemeriksaan masih berjalan. Kita masih menunggu Labfor melakukan penyelidikan bisa sampai satu minggu,”ungkap mantan Kapolres Gianyar ini. (bbn/Spy/rob)  


Rabu, 11 Juli 2018 | 02:05 WITA


TAGS: Kapal Terbgakar di Benoa Pemerintah Daerah Kaji Ulang Ijin kapal



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: