Ritual Seda Raga: Lepas Keduniawian dan Kelahiran Kembali Menjadi Suci

Minggu, 01 Juli 2018 | 16:25 WITA

Ritual Seda Raga: Lepas Keduniawian dan Kelahiran Kembali Menjadi Suci

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com,Klungkung. Ritual Seda Raga merupakan suatu tahapan terpenting dalam upacara mediksa untuk menjadi seorang Brahmana yang telah siap melepas keduniawian dan beranjak menjadi suci untuk melangkah menjadi seorang Sulinggih. 
 

Menurut Nabe asal Griya Agung Lingga Cala, Tegalalang selaku Nabe Napak dalam prosesi Seda Raga pada Kamis (28/6) menjelaskan, ritual "Seda Raga" bertujuan untuk menghilangkan pengaruh buruk yang disebut "sad ripu" atau enam musuh yang ada dalam diri manusia.
 
“Ada enam sifat buruk dalam diri manusia yang biasa disebut sad ripu. Nah dalam ritual Seda Raga ini, tubuh kasar disimbolisasikan terlahir kembali. Tujuannya untuk melebur sad ripu itu,” ujar Ida Pandita Mpu Nabe Siwa Putra Dharma Daksa.
 
Selain itu, ritual "Seda Raga" juga bertujuan untuk mengetahui jalan ke nirwana "swah loka" sehingga bila menjadi Sulinggih, nantinya mampu untuk menuntun atma-atma yang diupacarai dalam prosesi upacara Pitra Yadnya.
 
“Lewat prosesi ini jiwa seorang calon sulinggih akan napak tilas melewati jalur Swah loka,” tuturnya.
 
Seperti yang disebutkan dalam lontar tentang istilah “ngentas atma”. "Ngentas atma" merupakan satu kewajiban seorang sulinggih untuk muput upacara sekaligus mengantarkan jiwanya ke alam nirwana.
 
Prosesi Seda Raga ini dimulai sekitar pukul 18.00 wita. Dipimpin langsung oleh seorang Nabe bernama Ida Pandita Mpu Nabe Siwa Putra Dharma Daksa. Dan di damping beberapa nabe lain seperti ida Pandita Mpu Nabe Reka Adnyana Samyoga dari Griya Blahbatuh dan Ida  Bujangga Rsi Pancaka Tirta dari Gria mandala giri, gunaksa, Bangli. 
 
Menurut ida Pandita Mpu Nabe Siwa Putra Dharma Daksa, ada beberapa upacara yang harus dilalui sebelum ritual Seda Raga dimulai seperti upacara Twamewa Matta Capita twamewa, upacara Twamewa Bandhu casaka twamewa, upacara twamewa widyam drawinam twamewa, dan upacara twamewa sarwam mama Dewa Dewa Gita Twamewa Matta. Upacara – upacara tersebut dilaksanakan untuk mempersiapkan sekaligus memohon ijin agar tahapan tahapan selanjutnya diberikan kelancaran. 
 
Saat ritual Seda raga berlangsung tepat tengah malam, Nabe yang mejalani ritual ini akan terlihat seperti orang yang telah meninggal serta diupacarai dan dibalut kain kafan layaknya orang meninggal di Bali. Setelah ritual tersebut berlangsung, kemudian watangan atau tubuh lantas di tidurkan pada bale atau tempat yang telah di persiapkan.
 

Setelah melewati prosesi dibungkus dengan kain kafan, atman dari calon sulinggih akan diiring untuk menuju alam swah loka. Di alam yang berbeda sang atma akan melewati sebuah perjalanan spiritual dengan melewati tegal penangsaran tempat atma atau roh yang meninggal namun belum diabenkan oleh pihak keluarga, selain itu juga akan melewati "titi gonggang" sebuah tali bergoyang yang melintasi sebuah jurang tanpa dasar disana tempat jiwa yang penuh dosa. Biasanya akan terdengar teriakan penderitaan dari dalam jurang kemudian melewati kayu curiga, alang alang reges, banjaran kembang dan bale pengangen angen tentu dengan filsafatnya masing masing.
 
Menurutnya Ida Mpu Siwa Daksa semua jiwa yang telah berakhir karmanya di dunia pasti akan melewati seluruh tempat yang di lewati sementara oleh atman calon sulinggih. Sedangkan ia yang melaksanakan ritual Seda Raga jiwanya akan kembali dan ia disimbolkan terlahir kembali.
 
Sementara menurut Nabe Reka Adnyana, dalam menjalani ritual ini, ada pantangan yang sama sekali tidak boleh dilanggar seperti ketika ritual berlangsung, pihak keluarga maupun semeton tidak boleh keluar dari lingkungan griya. Hal ini dilakukan karena menurut kepercayaan, jika itu dilanggar maka efeknya bisa membahayakan Nabe yang sedang mejalani ritual "Seda Raga,”. 
 
Ketika seluruh rangkaian ritual tersebut dijalani, nantinya yang menjalani ritual Nengah Becik akan mendapatkan gelar atau nama baru yakni Ida Mpu Bhujangga Dharma Dhaksa Kusuma. (bbn/igs/rob)


Minggu, 01 Juli 2018 | 16:25 WITA


TAGS: Ritual Seda Raga Lahir Kembali Menjadi Suci



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: