Konsultasi Seksologi dr Oka Negara, FIAS

Penis "Rusak" Setelah Disuntik dengan Minyak Orang-Aring

Minggu, 20 Mei 2018 | 07:59 WITA

Penis "Rusak" Setelah Disuntik dengan Minyak Orang-Aring

beritabalicom/ilustrasi

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar.  Tanya: “Dok, aku bulan lalu sempat menyuntikkan minyak orang-aring untuk memperbesar penis. Biar bisa lebih memuaskan istri. Tapi sekarang bentuk penisku jadi rusak begini dan terasa nyeri saat ereksi. Aku dimarahi istriku, karena dia bilang penis sebenarnya tidak bisa lagi diperbesar dan dia tidak mengharapkan aku melakukan ini karena selama ini sudah bahagia. Apa yang bisa aku lakukan sekarang?
(Rangga,26, Depok).
 
Jawaban: Masih banyak yang begini. Awal bulan lalu seorang laki-laki, 21 tahun, datang dengan penis bengkak tidak beraturan setelah disuntikkan juga minyak orang-aring oleh temannya. Kasus ini juga hampir serupa dengan beberapa korban suntikan silikon cair sebelumnya. 
 
Lalu, seminggu yang lalu laki-laki berusia 42 tahun datang bersama istri keduanya yang berusia 24 tahun mengeluh penisnya sakit, bengkak dan mati rasa. Ternyata di pangkal penisnya terpasang karet gelang berwarna hitam mengikat erat pangkal penis, yang disebutkan pemberian dari seorang dukun kenalannya. Tentu saja beberapa kasus ini hanyalah sebagian kecil dari upaya laki-laki memperbesar penisnya.
 
Telah banyak upaya keliru yang dilakukan laki-laki selama ini untuk melakukan pembesaran penis. Tanpa disadari hal ini menjadi sasaran kalangan-kalangan yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan komersial yang tidak logis. Hal ini sudah berlangsung turun-temurun dan ratusan tahun lamanya, bahkan terjadi di seluruh dunia. 
 
Nama seperti “Mak Erot” pun sangat kondang sebagai ikon pembesaran penis di Indonesia. Padahal sudah jelas pada banyak kasus, yang terjadi setelah melakukan prosedur memperbesar penis adalah banyak penis yang mengalami deformitas baik secara fisik maupun fungsi seksual. 
 
Tentu saja korban praktek-praktek tidak ilmiah seperti ini tidak muncul ke permukaan karena mereka tidak berani untuk mengungkapkan kasusnya secara terbuka, yang akhirnya sering kali masyarakat menjadi tidak mengetahui akan adanya akibat buruk dari praktek-praktek pembesaran penis yang tidak ilmiah seperti ini.
 
Suntikan silikon cair dan minyak orang aring tentunya sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan penis secara permanen, beberapa riset juga menyebutkan adanya dugaan silikon cair dengan kejadian kanker. 
 
Pijatan tangan yang secara tradisional sering dikombinasikan dengan pemberian makanan tertentu (misalnya ketan lemang) dan penis dimasukkan ke alat tertentu (misalnya bambu) tetap dapat mengakibatkan efek buruk seperti luka lecet, pembengkakan hingga rasa nyeri. 
 
Pompa (vacuum) sempat populer sebagai alat terapi disfungsi seksual, tetapi bila digunakan dalam waktu lebih lama daripada yang direkomendasikan malah dapat merusak jaringan elastis di penis. 
 
Pil, obat oles, obat tempel (patch) dan bahan lain (misalnya rendaman teh) tidak satupun terbukti bekerja dan beberapa mungkin dapat berbahaya jika dosisnya sembarang, misalnya yang mengandung hormon. Lalu peregangan dengan beban (traction) adalah metode yang sangat riskan karena dapat menyebabkan kerusakan permanen pada penis dan tidak ada bukti ilmiah bahwa teknik ini dapat menambah ukuran penis. 
 
Jadi berhati-hatilah, karena semuanya tidaklah memberi manfaat, malah akhirnya merusak jaringan penis, dan akhirnya menimbulkan gangguan fungsi seksual.
 
Jika kejadian sudah terjadi, seperti penyuntikan minyak orang-aring ini, segeralah datang ke dokter, untuk diperiksa dan diterapi. Kemungkinan tindakan pembedahan dibutuhkan untuk mengeluarkan minyak orang aring dan membersihkan jaringan penis. 
 
Perlu diingat kembali, ukuran penis tidak berpengaruh bagi tercapainya orgasme dan kepuasan seksual perempuan, selama penis dalam keadaan normal sesuai perkembangan seharusnya. 
 
Orgasme dan kepuasan seksual perempuan lebih ditentukan oleh kualitas ereksi, kemampuan mengontrol ejakulasi dan keterlibatan emosional terhadap pasangan. 
 
Dalam banyak kasus sesungguhnya ukuran penis adalah soal preferensi pribadi bagi laki-laki dan pasangannya. Yang lebih utama adalah relasi seksual dan komunikasi seksual yang baik, jadi tidak hanya ukuran fisik semata. 
 
Terlebih perlu disadari bahwa peka rangsangan pada vagina (G-spot) terletak di sepertiga bagian luar vagina. Jadi, sebetulnya sangat tidak relevan memperpanjang atau memperbesar ukuran penis demi kepuasan pasangan.  [bbn/dr/oka negara/psk]


Minggu, 20 Mei 2018 | 07:59 WITA


TAGS: penis rusak seksologi



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: