Diskes Denpasar Targetkan Vaksinasi JE Pada 185.726 Orang

Kamis, 01 Maret 2018 | 16:50 WITA

Diskes Denpasar Targetkan Vaksinasi JE Pada 185.726 Orang

Beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Denpasar menargetkan untuk melakukan vaksinasi Japanese Encephalitis (JE) pada 185.726 orang. Vaksinasi JE menyasar anak berusia 9 bulan hingga 15 tahun. Vaksinasi JE akan dilaksanakan hingga 30 April mendatang.  

Kadiskes Kota Denpasar, dr. Ni Luh Putu Sri Armini mengungkapkan kegiatan dilaksanakan dengan menyasar 521 sekolah yang terdiri dari PAUD, TK, SD, dan SMP di seluruh wilayah Kota Denpasar. Vaksinasi JE juga dilakukan di 471 Posyandu, Banjar-banjar, Puskesmas dan Rumah Sakit. “Diharapkan masyarakat pro aktif dalam mengikuti vaksinasi guna meminimalisir adanya kasus JE di Bali, khusus Kota Denpasar,” ujar Sri Armini disela-sela pelaksanakan vaksinasi JE di Denpasar pada Kamis (1/3).

Sri Armini berharap para steakholder hingga tingkat desa maupun dusun  juga turut memberikan sosialisasi terkait dengan pelaksanaan vaksinasi JE. Pada hari pertama pelaksanaan vaksinasi JE menyasar 16 sekolah yang terdiri dari tujuh sekolah SMP, empat SD dan empat TK. Vaksinasi dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap merebaknya virus tersebut dan untuk memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat  Denpasar

Menurut Sri Armini, JE merupakan penyakit zoonosa yang dapat menyebabkan terjadinya radang otak pada hewan dan manusia. Penyakit ini bersifat arbovirus karena ditularkan oleh nyamuk, babi, dan atau burung rawa. Manusia sendiri bisa tertular virus JE bila tergigit oleh nyamuk Culex Tritaeniorhynchus yang terinfeksi. Nyamuk golongan Culex ini banyak terdapat di persawahan dan area irigasi dan biasa beraktivitas di malam hari.  

JE pertama kali terkuak di Indonesia pada tahun 1960. Japanese Encephalitis banyak dilaporkan  terjadi di daerah Bali. Perjalanan penyakit JE dibedakan menjadi tiga stadium. Pertama,stadium prodromal yang berlangsung  selama 2 – 4 hari. Ditandai dengan panas yang mendadak, sakit kepala berat yang terkadang disertai keluhan mual dan muntah. Selanjutnya stadium akut selama 4 – 7 hari. Pada stadium ini panas tetap tinggi dan tidak mudah diturunkan dengan obat penurun panas dan akan terjadi kekakuan otot terutama pada otot leher.

Pada kasus yang lebih kronis kemungkinan dapat terjadi gangguan keseimbangan, kejang-kejang serta penurunan kesadaran mulai dari gelisah-mengantuk sampai koma (tidak sadar). Ketiga, stadium konvalesen atau tahap akhir. Stadium ini dimulai pada saat suhu tubuh kembali normal. Tanda-tanda neurologis bisa menetap atau cenderung membaik.[bbn/rls/mul]


Kamis, 01 Maret 2018 | 16:50 WITA


TAGS: JE Vaksinasi Denpasar



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: