Warga China Sindikat Penipuan Via Online Sudah Sebulan di Bali

Jumat, 12 Januari 2018 | 23:20 WITA

Warga China Sindikat Penipuan Via Online Sudah Sebulan di Bali

beritabalicom

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Ditreskrimsus Polda Bali mengungkap fakta baru terkait penangkapan 64 pelaku sindikat kejahatan cyber international warga negara Tiongkok yang diringkus di 4 lokasi di Jalan Tukad Badung XXI nomor 22 Panjer Renon Denpasar, Jalan Sahadewa dan di Jalan Darmawangsa Kuta Selatan, Kamis (11/1) pagi. Mereka diketahui masuk melalui Bandar Udata Juanda Surabaya Jawa Timur dan menempuh jalur darat ke Bali.
 
"Mereka sudah sebulan tinggal di Bali," ujar sumber petugas Polda Bali, (12/1). Setelah tiba di Bali, para pelaku penipu via online itu sudah ditunggu otak pelaku, yakni dua warga Tiongkok, Yap Kok Heong dan Liao Jui Ko.
 
Kedua pelaku ini sudah menyediakan tempat tinggal terpisah kepada rekan-rekannya selama di Bali. Sebanyak 25  orang termasuk dua otak penipuan itu tinggal di rumah kontrakan di Jalan Tukad Badung Nomor 22 Renon Densel. 
 
"Satu orang lokal tinggal di sana sebagai penjaga rumah," ungkap sumber yang enggan disebut namanya ini.
 
Sedangkan di Perum Pecatu Indah Resort Jalan Sahadewa I Nomor. A1/47, Badung, terdapat 17 orang WNA asal Tiongkok. Untuk di Jalan Darmawangsa, Gang Kutuh 2 Nomor IX, Kuta Selatan, Badung,  terdapat 22 orang pelaku.
 
"Ada juga yang mengontrak di Perum Golden Gate, Kepaon, Denpasar Selatan, dan sudah diamankan. Keduanya WNA Tiongkok, pasangan kekasih bernama Yu Xian Xian, dan Chen Qi," terangnya.
 
Puluhan pelaku ini memang didatangkan khusus dari Tiongkok, Taiwan dan bersembunyi di Bali untuk melakukan serangkaian kejahatan penipuan dan pemerasan terhadap korbannya warga Tiongkok.  Mereka menggunakan peralatan komunikasi seperti HP, komputer, laptop untuk menakut-nakuti korbannya.
 
Dalam aksi itu, mereka menelepon warga negara Tiongkok secara acak. Mereka juga meretas beberapa akun perbankan dan mengintip rekening korban. Selanjutnya, para pelaku mengaku sebagai polisi atau kejaksaan negara Tiongkok dan mengatakan ke korban telah terlibat kejahatan.
 
"Setelah korban merasa takut, pelaku meminta korban bertransaksi dengan cara mentransfer lewat bank," ungkap sumber.
 
Hingga tadi malam, petugas Dit Reskrimsus Polda Bali masih mendata identitas dan mengabadikan foto para pelaku. 
 
Sementara Kabid Humas Polda Bali Kombespol Hengki Widjaja mengaku masih menunggu kedatangan kepolisian Tiongkok untuk segera melakukan deportasi para pelaku.
 
“Kami masih menunggu kepolisian Tiongkok dan dalam waktu dekat, kami akan rilis,” ujar Kombes Hengky. [bbn/Spy/psk]


Jumat, 12 Januari 2018 | 23:20 WITA


TAGS: penipuan online bali china



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: