10 Startup Pangan dan Pertanian Finalis Future Agro Challenge Indonesia

Selasa, 26 Desember 2017 | 12:17 WITA

10 Startup Pangan dan Pertanian Finalis Future Agro Challenge Indonesia

ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Pada tahun 2017, untuk pertama kalinya Future Agro Challenge (FAC) menyambangi Indonesia. FAC merupakan kompetisi global yang bertujuan menemukan startup di bidang pangan dan pertanian yang berpotensi untuk diberi investasi.
 
Bekerja sama dengan Angel Investment Network Indonesia (ANGIN) dan Block71 Jakarta, Future Agro Challenge Indonesia telah memilih sepuluh finalis untuk berkompetisi di babak seleksi yang akan berlangsung pada 12 Desember 2017 mendatang. Pemenang dari seleksi ini berkesempatan masuk ke final kompetisi global yang akan diselenggarakan di Istanbul, Turki.
 
1. Biteback (Juara Pertama)
 
 
Biteback adalah perusahaan yang berusaha mengekstrak minyak dari serangga-serangga yang memang aman untuk dikonsumsi. Minyak tersebut bisa digunakan untuk menggantikan peran minyak kelapa sawit dalam berbagai produk.
 
2. Karsa (Startup Terbaik)
 
 
Karsa adalah aplikasi yang bisa memberikan informasi pertanian kepada para petani, produsen produk pertanian, serta pemerintah. Dengan aplikasi ini, para petani bisa mendapatkan informasi cara menanam tanaman yang baik.
 
Di sisi lain, produsen dan pemerintah juga bisa mengetahui apa saja hal yang dibutuhkan oleh para petani, serta memonitor harga produk pertanian di pasar.
 
3. Jala (Startup Terbaik)
 
 
Jala adalah startup yang memungkinkan para penambak udang untuk mengetahui kondisi air di tambak mereka lewat alat khusus. Informasi tersebut pun bisa langsung ditampilkan lewat smartphone. Dengan begitu, diharapkan para penambak bisa menghasilkan udang dengan kuantitas lebih banyak dan kualitas lebih baik.
 
Di samping menghadirkan teknologi IoT untuk mengawasi kondisi air tambak, startup ini juga bisa menghadirkan software pengelolaan tambak udang.
 
4. Crowde
 
Crowde adalah sebuah platform crowdfunding yang bisa kamu manfaatkan untuk berinvestasi di bidang pertanian. Sebuah tanaman akan langsung ditanam begitu target pendanaan yang diharapkan di platform Crowde tercapai.
 
Dengan berinvestasi di Crowde, kamu bisa mendapatkan keuntungan sekitar tiga puluh persen dari hasil penjualan tanaman yang berhasil dipanen.
 
5. HARA
 
HARA merupakan sebuah platform yang bisa membantu para petani dalam mengumpulkan data dan menganalisis kondisi lahan pertanian. Platform yang dibuat oleh CI Agriculture/Dattabot ini bisa memberikan masukan atau insight kepada petani terkait aktivitas pemeliharaan dan panen tanaman.
 
6. Growpal
 
Growpal merupakan startup yang menghubungkan investor atau pemilik dana dengan petani ikan yang membutuhkan modal. Growpal menyediakan dua opsi investasi yakni Crowd Investing dan Premium Investment. Saat ini, mereka masih fokus mengembangkan perikanan laut dan belum merambah perikanan air tawar.
 
7. PanenID
 
PanenID adalah platform yang bisa membantu para petani menjual hasil panen langsung kepada konsumen, hingga ke pemilik hotel, restoran, serta katering. Menurut mereka, platform tersebut bisa menjaga stabilitas harga pangan, serta memberikan keuntungan yang merata bagi seluruh pihak.
 
8. Magalarva
 
Magalarva merupakan perusahaan yang berusaha untuk limbah atau sampah organik menjadi protein dengan bantuan Black Soldier Flies (BSF). Hasilnya kemudian bisa digunakan sebagai pakan ternak.
 
9. Pandawa Agri
 
Pandawa Agri merupakan perusahaan yang dibangun oleh tiga orang alumni Departemen Departemen Agronomi dan Hortikultura Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2014 silam. Saat ini, mereka fokus memproduksi Pupuk Organik, Pupuk Unsur Mineral, Biopestisida, BioAgents dan Adjuvant, yang bisa menghilangkan penggunaan pestisida sintetis.
 
10. Umitron
 
Umitron merupakan startup asal Jepang yang berusaha menggabungkan peran sensor, software, dan analisis data, untuk mengoptimalkan jumlah dan waktu pemberian pakan ikan. Mereka merupakan pemenang dari kompetisi startup Arena di konferensi Tech in Asia Tokyo 2017.
 
Dilansir dari techinasia.com


Selasa, 26 Desember 2017 | 12:17 WITA


TAGS: startup pertanian



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: