Sajak Bebeke Putih Jambul dan Maknanya

Rabu, 14 Juni 2017 | 11:09 WITA

Sajak Bebeke Putih Jambul dan Maknanya

ilustrasi

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM    Males Baca?

Beritabali.com, Denpasar. Sajak bebeke putih jambul (itik berjambul putih) tidak asing bagi orang Bali. Sajak ini bahkan dinyanyikan oleh rare atau anak kecil Bali dalam setiap permainan maupun pelajaran sekolah. Namun apa makna sesungguhnya sajak ini? 
 
Secara lengkap, berikut sajak tersebut: 
 
Bebeke putih jambul - makeber ngaja-kanginan 
Teked di kaja kangin - trus ditu ya menceg 
 
Terjemahan dalam Bahasa Indonesia yakni: 
 
Itik berjambul putih terbang ke arah timur-laut 
Sampai di timur-laut, di sana mereka mendarat
 
Terlintas sajak ini begitu sederhana. Namun, sajak ini ternyata memiliki makna tersirat. 
 
Thomas A. Reuter (2005) dalam bukunya Custodians of The Sacred Mountains menyatakan sajak tersebut menggambarkan bagaimana Desa-Desa Bali Aga di Bali yang begitu banyak, walau memiliki perbedaan satu sama lain namun tetap berkumpul dan satu menjadi asosiasi lokal. Menurutnya, identitas budaya yang berbeda itu menapis ke atas dan menetes ke bawah pada waktu yang sama. 
 
Itu kemudian tergambar dalam perayaan Purnama Kapat di Pura Pucak Penulisan, pura dari kawasan Bali Aga yang paling luas. 
 
Dalam upacara, Jero Kubayan dan Jero Bau (pemimpin desa) dari banyak desa dengan memakai tutup kepala khas warna putih duduk di depan kumpulan manusia yang begitu banyak. Mereka menghadap dewa-dewa leluhur kawasan dalam rangka melaksanakan tugas sebagai pemimpin-pendeta. 
 
Bayangan dari perkumpulan perayaan regional dari pemimpin desa dari banyak masyarakat inilah yang kemudian digambarkan dalam sajak populer bebeke putih jambul. [wrt]


Rabu, 14 Juni 2017 | 11:09 WITA


TAGS: sajak bebeke putih jambul Bali Aga




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: