Investa Stellar Dana Kelola Tertarik Kembangkan Bisnis Holtikultura di Bali

Sabtu, 04 Maret 2017 | 21:05 WITA

Investa Stellar Dana Kelola Tertarik Kembangkan Bisnis Holtikultura di Bali

beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM    Males Baca?

Beritabali.com, Nusa Dua. Perusahaan private equity Investa Stellar Dana Kelola (ISDK) tertarik mengembangkan bisnis holtikultura di Bali dan tengah mencari perusahaan yang siap bekerjasama. 
 
“Bali dikenal merupakan destinasi wisata dan sektor pariwisatanya berkembang. Namun tak hanya itu, kami juga melihat sektor holtikultura Bali memiliki peluang yang luar biasa,” ujar Direktur Utama Investa Stellar Dana Kelola (ISDK) John Veter, usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Nusa Dua, Sabtu (4/3). 
 
Dikatakannya, pihaknya amat terbuka untuk berdiskusi dengan pengusaha Bali di sektor konsumer, peternakan, perikanan dan holtikultura untuk bekerjasama dan memanfaatkan peluang luar biasa yang dapat dilihat di masa depan.
 
Saat ini Investa Stellar Dana Kelola (ISDK) menargetkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) pada tahun ini naik hingga 100%. Target tersebut berdasarkan kinerja perusahaan pada tahun 2016 yang hasilnya memuaskan. 
 
“Kami telah mengakuisisi saham dua perusahaan PT. Divestekno Anugerah dan PT. Platinum Perkasa Indonesia masing-masing sebesar 30%. Dan saat ini, kedua perusahaan tersebut menunjukkan kinerja yang positif,” ungkap John.
 
Platinum Perkasa Indonesia merupakan perusahaan pengekspor briket tempurung kelapa, kayu Asam dan kayu Alaban ke berbagai negara. Dan Divestekno Anugrah merupakan pendukung operasional kontraktor migas dan distributor tunggal untuk 8 merek di sektor migas Indonesia.  Ditambahkannya, saat ini ISDK tengah fokus pada empat sektor pilihannya, yaitu sektor konsumer, peternakan, perikanan dan holtikultura. 
 
“Tahun ini kami lebih gencar mencari perusahaan yang memiliki potensi untuk berkembang secara jangka panjang dan sesuai dengan filosofi kami,” sambungnya.
 
John Veter menjelaskan, kehadiran ISDK di Platinum Perkasa Indonesia membuat perusahaan ini mampu memiliki pabrik baru yang berkapasitas 5 kali lipat kapasitas pabrik lama saat ini. 
 
“Sebelumnya Platinum mengirimkan 3 kontainer per bulannya untuk di ekspor. Saat ini pengiriman meningkat hingga 10 kontainer. Kedepannya akan mampu mengirim 15-20 kontainer,” papar John. 
 
Platinum Perkasa Indonesia selain beroperasi di pabrik Cikunir juga memiliki 12 gudang untuk menampung bahan baku dari sentra batok diberbagai daerah. Dengan berdirinya pabrik baru, Platinum Perkasa Indonesia akan menjadi salah satu pemilik pembuatan briket termodern di Indonesia. 
 
Adapun Divestekno Anugrah hingga akhir tahun 2016, ditengah turunnya harga minyak dunia, omsetnya justru melonjak hingga 300%.[bbn/rls/psk]


Sabtu, 04 Maret 2017 | 21:05 WITA


TAGS: inesta dana kelola bali




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

HASIL SEMENTARA SIMULASI POLLING PEMILIHAN BAKAL CALON GUBERNUR BALI 2018
    • Dr. IGN Arya Wedakarna M Wedasteraputra Suyasa
    • Ni Putu Eka Wiryastuti, S.Sos
    • Dr.Ir. Wayan Koster, M.M.n.
    • I Gede Pasek Suardika, SH
    • Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
    • Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, SE, M.Si
    • Drs. I Ketut Sudikerta
    • Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya S.IP
    • Total responden sampai saat ini: 1307