Jero Gede Batur, Apotek Niskala Air Panas Toyabungkah

Kamis, 22 Desember 2016 | 08:05 WITA

Jero Gede Batur, Apotek Niskala Air Panas Toyabungkah

beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM    Males Baca?

Beritabali.com, Bangli. Pemandian air panas alami Batur atau Batur Natural hotspring, kini menjadi obyek wisata favorit bagi wisatawan baik lokal maupun asing. Hal ini tak lepas dari sosok Jero Gede Batur Alitan, yang telah berhasil mengajak warga setempat untuk mewujudkan hal tersebut.
 
Saat ditemui di restoran kawasan wisata Batur Natural Hotspring, belum lama ini, Jero Gede Batur Alitan/Kawanan, didampingi sejumlah warga dan tokoh masyarakat Desa Batur. Kepada Beritabali.com, Jero Gede Batur menceritakan, obyek wisata air panas alami Batur yang terletak di Toyabungkah ini, dulunya merupakan pemandian warga Desa batur dan sekitarnya.
 
"Nenek moyang masyarakat Batur, dulu mandi di sini, tapi mereka tidak berani bilang mandi. Mereka menyebutnya 'nunas tamba' (minta obat),"ujarnya. 
 
Khasiat air panas air panas di pemandian ini, tambah Jero Gede, sudah dibuktikan oleh warga, karena mempu menyembuhkan berbagai penyakit mulai sakit kulit, sakit lumpuh, hingga berbagai jenis penyakit lainnya. 
 
"Warga Batur mempercayai pemandian ini sebagai apotek niskala (apotek gaib), yang memberikan obat untuk penyakit kulit dan sebagainya, dan itu sudah terbukti sekali,"ujarnya.
 
Jero Gede menceritakan, tahun 1992, air panas alami Batur diambil sampelnya oleh tim peneliti dari ITB. Hasilnya, air panas alami ini bebas digunakan untuk makan, minum, masak hingga mandi. Hasil penelitian juga menunjukkan air panas alami Batur punya khasiat luar biasa untuk kesehatan. 
 
Proses pembangunan obyek wisata pemandian air panas alami Batur sendiri, dimulai sejak tahun 2008. Saat itu, Jero Gede batur menyadari terdapat sumber daya alam yang luar biasa di pemandian air panas alami tersebut. 
 
 
"Waktu itu saya berpikir, bisa ndak ini bermanfaat untuk masyarakat. Lalu saya mulai mengajak masyarakat untuk bergotong-royong, memulai pembangunan wisata air panas alami. Tadinya jorok sekali di sini, banyak bekas plastik bekas shampo. 3 tahun saya ndak berani mandi di sini, joroknya luar biasa,"ujarnya. 
 
Setelah melakukan gotong-royong dengan subak dan warga beberapa kali, kawasan pemandian air panas alami ini akhirnya menjadi bersih, tak ada lagi bekas sampah plastik seperti sebelumnya. 
 
Selanjutnya, Jero Gede Batur menggalang pungutan dana punia (sumbangan sukarela)  untuk menjaga kebersihan kolam pemandian air panas.
 
"Karena sambutan masyarakat yang baik, kita kemudian bangun tahap demi tahap, sedikit demi sedikit menjadi seperti sekarang. walaupun belum rampung, tapi akan terus kita bangun,"ujarnya.
 
Hasil retribusi atau karcis masuk pemandian air panas alami Batur, juga digunakan untuk membangun akses jalan menuju obyek wisata ini. Dengan semakin ramainya wisatawan yang datang, kini obyek wisata pemandian air panas alami ini sudah mendatangkan pemasukan yang cukup besar untuk Desa Pekraman Batur dan bermanfaat bagi masyrakat.
 
"Obyek wisata ini kini sudah mampu menampung tenaga kerja lokal. Dari retribusi kita sudah memberi pemasukan sebesar Rp 2,1 miliar untuk desa di tahun 2015. Hasil yang didapat dari obyek wisata air panas Batur juga sudah bisa membantu warga, misal untuk pengabenan massal, pendwijatian jro mangku, dan berbagai kegiatan adat dan agama di Desa Batur."  [bbn/psk]


Kamis, 22 Desember 2016 | 08:05 WITA


TAGS: jero gede batur batur




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

HASIL SEMENTARA SIMULASI POLLING PEMILIHAN BAKAL CALON GUBERNUR BALI 2018
    • Dr. IGN Arya Wedakarna M Wedasteraputra Suyasa
    • Ni Putu Eka Wiryastuti, S.Sos
    • Dr.Ir. Wayan Koster, M.M.n.
    • I Gede Pasek Suardika, SH
    • Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
    • Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, SE, M.Si
    • Drs. I Ketut Sudikerta
    • Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya S.IP
    • Total responden sampai saat ini: 1406