Medi-Call, Sensasi Miliki Dokter Pribadi Tinggal "Call"

Selasa, 20 Desember 2016 | 16:00 WITA

Medi-Call, Sensasi Miliki Dokter Pribadi Tinggal

Medi-Call, aplikasi layanan kesehatan. [ist]

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Sebuah aplikasi kesehatan dengan layanan lengkap, yakni Medi-Call, kini telah resmi beroperasi di Bali. Pasalnya, bari-baru ini, tepatnya Kamis (15/12), Medi-Call secara resmi mengadakan soft launching untuk aplikasi yang disebut-sebut mampu meningkatkan pelayanan kesehatan Indonesia, khususnya Bali. 
 
Medi-Call sendiri merupakan sebuah perusahaan teknologi sebagai penghubung layanan kesehatan melalui Aplikasi dalam Smartphone. Aplikasi Medi-Call ini menjamin fitur layanan lengkap dengan menghadirkan empat layanan yakni layanan Emergency Call, Doctor Visit, Oncall Clinic, dan Oncall Hospital. 
 
BACA JUGA: 
Bahkan kedepannya, pihak Medi-Call akan mengembangkan aplikasinya dengan makin memperluas layanan kesehatan lainnya. 
 
"Ini memang bukan sebuah fasilitas kesehatan, namun ini merupakan alat bantu yang mempertemukan pengguna atau masyrakat yang membutuhkan pelayanan kesehataan dengan dokter-dokter yang ingin berkarya dengan lebih efektif dan juga efisien. Mereka (red: kelompok dokter penggagas Medi-Call) kemudian membangun aplikasi cikal bakal Medi-Call ini," jelas dr. Gideon Hartono, Komisaris PT. Medika Nusantara. 
 
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Medi-Call sejatinya merupakan cara bagi dokter untuk melayani Indonesia dengan cara yang lain. Medi-Call disebut-sebut hadir sebagai upaya untuk memberikan jaminan pada masyarakat untuk dapat menikmati informasi maupun pelayanan kesehatan yang mampu memenuhi kebutuhan, standar profesi, dan menjamin keselamatan pasien. 
 
Gagasan-gagasan tersebut kemudian menghantar para dokter yang merupakan lulusan Universitas Udayana yakni dr. M. Candra Wijanadi, dr. Stephanie Patricia, dan alumnus Universitas Gajah Mada, yakni dr. Gideon Hartono, merealisasikan upaya dalam meningkatkan layanan kesehatan lewat Medi-call. 
 
Disebutkan pula, Medi-Call sendiri idenya telah lahir sejak awal Januari 2015. Namun baru teralisasi pada 27 Agustus 2016 lewat diresmikannya PT. Medika Nusantara. Saat ini, layanan telah beroperasi di Bali mulai 15 Desember 2016. Sementara untuk daerah lainnya, seperti Yogyakarta dan Jakarta, baru akan beroperasi pada awal 2017. 
 
dr. M. Candra Wijanadi, CEO Medi-Call, mengakui bahwa pengembangan aplikasi ini memang dilakukan hanya dalam waktu yang singkat yakni, hanya dalam hitungan tiga bulan saja. 
 
Ditanya mengenai layanan dokter yang diberikan, CEO Medi-Call menjelaskan bahwa dokter-dokter yang disediakan oleh Medi-Call merupakan dokter-dokter yang tidak hanya menyandang status dokter umum saja, namun lebih dari itu. 
 
"Kami membuat layanan dokter umum plus-plus, bagaimana caranya adalah dengan kami membekali pelatihan-pelatihan terkait pembekalan dokter tersebut. Dari pelatihan tersebut, dokter mendapat sertifikasi, jadi dari segi legalitas mereka ada," jelas dr. Candra. 
 
Ditambahkan pula, apabila pasien bersangkutan perlu mendapatkan konsultasi dengan spesialis, maka pihak Medi-Call akan siap membantu. Apabila terjadi kegawat daruratan, pihak Medi-Call pun akan mengaktifkan emergency-call. 
 
"Kami mengedepankan situasi pasien, mana yang bisa diterapkan pelayanan primer, mana yang bisa dirujuk ke layanan sekunder berupa rumah sakit," tambahnya. 
 
dr. Candra juga mengakui pihaknya sejak awal telah sangat memperhatikan aturan hukum baik surat ijin dokter, Surat Tanda Registrasi (STR), maupun Surat Izin Praktik (SIP). 
 
"Setelah dokter lolos dari kriteria tersebut, kita juga melakukan pengecakan apakah dokter tersebut memang mengenyam pendidikan di universitas bersangkutan. Jadi demikian, segi legalitas dan kapabilitas dari yang kami sediakan," jelasnya. 
 
Dalam prakteknya, Medi-Call juga berkomitmen tidak melakukan dispensing obat. 
 
"Kita menghormati peraturan perundang-undangan mengenai distribusi obat. Jadi obat akan diantarkan oleh apotek, dalam hal ini kami bekerja sama dengan apotek K-24," imbuhnya. 
 
Mengenai pembayaran, pihak Medi-Call menerima dalam bentuk cash ataupun lewat MEDI-PAY. Sedangkan untuk layanan kesehatan, sistem yang diberlakukan hingga saat ini adalah reimbursement. Pasien membayar terlebih dahulu, kemudian pihak Medi-Call akan memberikan surat-surat yang mengklaim pembayaran tersebut ke pasien. 
 
Biaya pun didasarkan pada jenis layanan. Apabila pasien memilih dokter visit maka biaya layanan jauh akan lebih mahal ketimbang pasien memilih layanan kunjungan langsung ke klinik ataupun rumah sakit yang bekerja sama dengan medi-call. Biaya klinik atau rumah sakit disesuaikan pada masing-masing biaya yang telah ditentukan klinik atau rumah sakit tersebut. 
 
Menurut Medi-Call, perbedaan biaya ini lazim. Sebab, jika dibandingkan, biaya transportasi untuk dokter visit ditanggung dokter. Sementara transportasi untuk layanan kunjungan langsung ke dokter dan rumah sakit sakit ditanggung pasien. Sehingga, Medi-Call menyimpulkan biaya antar keduanya pun hampir sama. 
 
"Jadi perbedaannya tipis," jelas dokter budi 
 
Selain itu, terkait jenis obat, Medi-Call diharuskan memberikan obat generik. Namun, jika pasien meminta jenis obat lain maka itu sah-sah saja. 
 
"Pada dasarnya adalah nama generik yang kita sebut, tapi kalau misalnya pasien mengetahui obat paten itu bisa saja. Tapi rekomendasi awal dari kami adalah obat generik," imbuhnya lagi. 
 
BACA JUGA: 
Sementara, Medi-Call sendiri akan juga diluncurkan di beberapa wilayah Indonesia lainnya, yakni Jakarta dan Yogyakarta. Bali sendiri menjadi lokasi pertama peluncuran aplikasi ini, yangmana baru hanya mencakup Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. 
 
Untuk pengunduhan, aplikasi bisa diunduh di play store dan baru hanya tersedia untuk pengguna android. [wrt]


Selasa, 20 Desember 2016 | 16:00 WITA


TAGS: Medi-Call Kesehatan Aplikasi



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: